Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 1 Jun 2023 15:06 WIB ·

Markisa Dapur: Cara Desa Maradap Ubah Sampah Jadi Cuan


					Markisa Dapur: Cara Desa Maradap Ubah Sampah Jadi Cuan Perbesar

Balangan, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] Siapa sangka jika urusan sampah dapur bisa menjadi kunci pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa? Pemerintah Desa Maradap, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, secara resmi meluncurkan Bank Sampah Desa Maradap pada Selasa (30/5). Langkah ini diambil sebagai strategi “out of the box” untuk mengubah beban limbah rumah tangga menjadi aset bernilai ekonomi bagi warga.

Camat Paringin Selatan, Reni, menegaskan bahwa bank sampah bukan sekadar tempat pembuangan akhir skala kecil. Program ini merupakan solusi nyata untuk menekan volume sampah daerah sekaligus memberdayakan masyarakat melalui manajemen pilah sampah dari sumbernya, yaitu dapur rumah tangga.

Gerakan “Markisa Dapur”: Ubah Limbah Jadi Pupuk dan Kerajinan
Ada yang menarik dari peluncuran ini, yaitu kampanye unik bernama “Markisa Dapur” atau singkatan dari “Mari Kita Kelola Sampah Dapur”. Kampanye ini didorong untuk masuk ke setiap sendi kegiatan desa. Tujuannya jelas: mengedukasi warga bahwa sampah organik dari sisa masakan bisa diolah kembali menjadi pupuk, sementara sampah anorganik seperti plastik dapat didaur ulang atau disulap menjadi produk kerajinan bernilai jual.

“Program ini sejatinya selaras dengan visi kecamatan dan TP PKK. Karena sasarannya adalah rumah tangga, kami menempatkan para kader PKK Desa Maradap sebagai duta sosialisasi utama di lapangan,” ujar Reni saat peluncuran di Balai Desa Maradap.

PKB Desa: Peran Strategis Kaum Ibu
Kolaborasi antara pemerintah desa dan TP PKK Balangan ini menempatkan kaum ibu sebagai garda terdepan. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi nasabah pasif, tetapi juga penggerak partisipasi aktif warga lainnya. Ke depan, setiap desa akan mendapatkan bimbingan intensif dalam teknik pemilahan sampah organik dan anorganik.

Reni optimis, jika pengelolaan sampah ini berjalan konsisten, kesejahteraan masyarakat desa akan meningkat. Selain lingkungan menjadi bersih dan sehat, hasil penjualan sampah anorganik maupun pemanfaatan pupuk organik dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

“Ujungnya adalah kemandirian ekonomi. Sampah tidak lagi dipandang sebagai musuh, melainkan kawan yang jika dikelola dengan benar, bisa membantu perekonomian desa ke depannya,” pungkas Reni.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Trending di LINGKUNGAN