Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 8 Agu 2025 20:53 WIB ·

Jeritan Buruh Sawit, Aksi Wamenaker & Wagub Sumbar yang Bikin Haru


					Jeritan Buruh Sawit, Aksi Wamenaker & Wagub Sumbar yang Bikin Haru Perbesar

Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di tengah teriknya matahari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, ratusan karyawan PT Bumi Sarimas Indonesia (PT BSI) menggelar aksi damai, bukan dengan amarah, melainkan dengan air mata dan harapan yang menggantung. Mereka berkumpul pada Kamis (7/8/2025) untuk menyampaikan satu jeritan hati yang sama: pembayaran gaji yang telah tertunda selama empat bulan. Namun, yang membuat aksi ini berbeda adalah kehadiran dua sosok penting yang turun langsung ke lapangan.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer, dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, datang bukan untuk berpidato, melainkan untuk mendengarkan. Kehadiran mereka seolah menjadi simbol bahwa negara tidak menutup mata terhadap penderitaan buruh. Di hadapan sekitar 750 karyawan, Vasko Ruseimy tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku terketuk hatinya mendengar cerita para pekerja yang bukan hanya kehilangan gaji, tetapi juga kehilangan tumpuan hidup.

“Ada yang diceraikan istrinya, ditinggalkan anak-anak, tidak bisa makan, rumah disegel, motor disita,” ujar Vasko, menggambarkan betapa rumitnya masalah yang dihadapi para pekerja. Lebih dari sekadar kehilangan uang, para pekerja ini juga kehilangan “kehidupan” yang layak. Pemandangan para buruh membawa spanduk dan foto keluarga sebagai simbol beban yang mereka pikul menjadi pemandangan yang mengharu biru.

Menanggapi situasi ini, baik Wamenaker maupun Wagub Sumbar menegaskan sikap yang sama: mengedepankan solusi, bukan sanksi. Vasko Ruseimy secara langsung meminta manajemen PT BSI untuk tidak meninggalkan lokasi sebelum ada keputusan konkret mengenai pembayaran sebagian hak karyawan. Ia menegaskan, Pemprov Sumbar siap membantu perusahaan mencari solusi agar tetap bisa beroperasi, namun dengan satu syarat mutlak: hak-hak pekerja harus dipenuhi.

Senada dengan Vasko, Wamenaker Immanuel Ebenezer menyatakan bahwa langkah hukum bukanlah prioritas utama saat ini. Ia memilih pendekatan solutif dengan optimisme, meyakini bahwa perusahaan masih bisa diselamatkan. Menurutnya, intervensi pemerintah ini adalah bentuk kehadiran negara untuk merespons krisis ketenagakerjaan dan menjamin iklim investasi yang sehat di Sumatera Barat.

Aksi damai yang penuh emosi ini memberikan pesan kuat bahwa persoalan ketenagakerjaan, terutama di sektor industri, memerlukan tata kelola yang lebih humanis dan responsif. Kehadiran pejabat tinggi negara di tengah-tengah buruh bukan hanya sekadar dukungan moral, melainkan juga sinyal reformasi bahwa negara harus menjadi penggerak solusi, bukan hanya penengah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM