Majalengka, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Perpustakaan kembali menjadi pusat perhatian di Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi IPB University hadir dan menjalankan program revitalisasi kelembagaan perpustakaan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kampoeng Mbaca, dengan harapan memperkuat peran perpustakaan sebagai jantung pengetahuan masyarakat.
Program revitalisasi ini difokuskan pada tiga aspek utama: pendataan perpustakaan, pengelolaan koleksi dan layanan, serta aktivasi layanan literasi harian. Seluruh kegiatan dirancang untuk memperkuat tata kelola perpustakaan yang sistematis dan berkelanjutan, sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Kegiatan dimulai dengan pendataan perpustakaan pada 28 Juni 2025, untuk mencatat kondisi eksisting TBM Kampoeng Mbaca secara menyeluruh—mulai dari koleksi, fasilitas, jumlah anggota, hingga rata-rata kunjungan. Salah satu tujuan dari pendataan ini adalah agar TBM dapat memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) sebagai identitas resmi dan syarat akses terhadap program pembinaan, pelatihan, serta bantuan dari Perpustakaan Nasional.
Selanjutnya, kegiatan pengelolaan perpustakaan dilaksanakan selama lima hari, yaitu dari 29 Juni hingga 3 Juli 2025. Dalam tahapan ini, mahasiswa melakukan inventarisasi buku, penyusunan buku induk, pelabelan koleksi, hingga pengatalogan bahan pustaka. Tata letak ruang juga ditata ulang agar lebih nyaman dan menarik, termasuk penambahan area baca anak dan pojok literasi digital.
Tak berhenti di situ, mahasiswa juga menginisiasi layanan perpustakaan harian. Anak-anak dan remaja kini dapat membaca, meminjam buku, serta mengikuti berbagai kegiatan literasi seperti kelas membaca, mendongeng, hingga pelatihan menulis kreatif.
Koordinator Desa Paningkiran KKN-T Literasi IPB University, Azka Alif Rizky, menyampaikan, “Kami melihat potensi besar dari TBM Kampoeng Mbaca. Revitalisasi ini bukan hanya soal buku, tapi tentang membangun kembali semangat belajar dan membuka akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat desa. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari gerakan literasi yang terus berkembang.”
Antusiasme warga pun sangat luar biasa. Setiap hari, anak-anak datang berbondong-bondong untuk membaca dan belajar bersama. Perpustakaan ini kini menjadi ruang aman dan inklusif yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menyemai harapan dan mimpi anak-anak desa.
Melalui KKN-T Literasi ini, mahasiswa IPB University tidak sekadar melaksanakan pengabdian akademik, tetapi juga meninggalkan warisan yang bermakna: perpustakaan yang kembali hidup, layanan literasi yang aktif, dan masyarakat yang semakin melek informasi.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.