Bawen, Semarang [DESA MERDEKA] – Di tengah hiruk pikuk lalu lintas, nama “Pak Ogah” sering kali lekat dengan konotasi negatif. Namun, di Kabupaten Semarang, stigma itu perlahan terkikis berkat kehadiran Supeltas, organisasi masyarakat (ormas) sukarelawan pembantu pengatur lalu lintas yang kini menjelma menjadi pionir profesionalisme relawan lalu lintas di Indonesia. Keistimewaan Supeltas tidak hanya terletak pada dedikasi anggotanya, tetapi juga pada perjalanan panjang mereka meraih legalitas resmi berbadan hukum, menjadikannya satu-satunya di Tanah Air yang memiliki payung hukum sekuat itu.
Bertempat di Bawen, Kabupaten Semarang, 8 Juni 2025 ini Supeltas menggelar acara koordinasi sekaligus tasyakuran atas terbentuknya kepengurusan baru. Momen ini menjadi penanda komitmen mereka untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Berawal dari lima pendiri, Supeltas Kabupaten Semarang kini telah memiliki 220 relawan berdedikasi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten, siap sedia membantu tugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) dalam menyeberangkan pejalan kaki dan mengatur arus kendaraan di titik-titik rawan kemacetan. Setiap anggota dilengkapi dengan atribut resmi, Kartu Tanda Anggota (KTA), serta sepatu keselamatan (safety shoes), mencerminkan standar profesionalisme yang tinggi.

Kanit Kamsel Polres Kabupaten Semarang, IPDA Henry, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga integritas. “Patuhilah aturan, jaga disiplin, dan tegakkan norma-norma sebagai sukarelawan yang bertanggung jawab,” pesannya. Ia secara khusus menyoroti upaya Supeltas dalam menghilangkan citra “peminta” di jalanan, mengubahnya menjadi relawan yang terorganisir dan bertanggung jawab.
Senada dengan IPDA Henry, Ketua Supeltas Kabupaten Semarang, Yacob Pujiyanto, menekankan rasa percaya diri (PD) sebagai kunci profesionalisme. “PD akan muncul saat penampilan kita profesional—gunakan atribut dengan lengkap dan rapi. Kita sudah berpayung hukum, maka tunjukkan bahwa kita pantas dihormati,” ujarnya. Yacob juga mengingatkan seluruh anggota untuk selalu membuat pengguna jalan merasa nyaman dan aman.
Perjalanan Supeltas meraih legalitas bukanlah hal mudah, namun komitmen kuat para pendiri dan anggota membuat mereka berhasil mengukir sejarah sebagai ormas relawan lalu lintas pertama di Indonesia yang diakui secara hukum. Ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian dapat bersinergi dengan tata kelola organisasi yang baik, menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Acara syukuran ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng, simbol rasa syukur atas kekompakan dan soliditas anggota serta terbentuknya struktur kepengurusan baru. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai santap makan bersama, mempererat jalinan persaudaraan di antara para relawan. Semoga Supeltas terus berkembang, menjadi contoh nyata bagaimana sebuah ormas dapat berperan aktif dan profesional dalam melayani masyarakat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.