Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 30 Mei 2025 03:21 WIB ·

Pulihkan Harapan! 80 Keluarga Nias Utara Terima Bantuan Hunian


					Bupati Nias Utara menyerahkan secara simbolis bantuan stimulan kepada perwakilan keluarga penerima manfaat di Desa Faekhunaa, Kecamatan Afulu.(Image courtesy: Diskominfo Nias Utara) Perbesar

Bupati Nias Utara menyerahkan secara simbolis bantuan stimulan kepada perwakilan keluarga penerima manfaat di Desa Faekhunaa, Kecamatan Afulu.(Image courtesy: Diskominfo Nias Utara)

Nias Utara, Sumut [DESA MERDEKA] Senyum merekah di wajah 80 keluarga penerima manfaat di Desa Faekhunaa, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara. Mereka adalah bagian dari komunitas adat terpencil (KAT) yang baru saja menerima bantuan stimulan dan hunian tetap dari pemerintah. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Nias Utara, membawa angin segar bagi kehidupan mereka.

Bantuan stimulan yang dialokasikan untuk warga Dusun II dan Dusun IV Desa Faekhunaa ini bukan sekadar sembako biasa. Paket lengkap yang mereka terima meliputi sembako, kompor gas, rak piring, serta berbagai perabot rumah tangga penting seperti kursi dan meja. Seluruh item ini diharapkan dapat meringankan beban hidup dan meningkatkan kualitas hunian bagi para penerima.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nias Utara, Elianus Harefa, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa penetapan penerima bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui proses panjang dan terukur. “Penetapan ini berdasarkan petunjuk dan tahapan yang bekerja sama dengan akademisi untuk survei ke lapangan. Ada beberapa kriteria yang harus terpenuhi,” terang Elianus. Hasil monitoring dan survei dari akademisi kemudian diteruskan ke Kemensos untuk ditetapkan sebagai komunitas desa terpencil.

Elianus menambahkan, salah satu syarat utama bagi penerima bantuan stimulan ini adalah kondisi geografis dan infrastruktur yang belum memadai. “Wilayah tersebut tidak dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, belum teraliri listrik, dan belum ada peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya kepada rri.co.id pada Kamis (29/5/2025). Kriteria ini memastikan bantuan tepat sasaran kepada komunitas yang benar-benar membutuhkan perhatian khusus.

Setelah penyaluran bantuan stimulan, program ini akan dilanjutkan dengan kegiatan fisik. Elianus memastikan akan ada pembangunan balai sosial, termasuk fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan sanitasi. “Pekerjaan ini akan dikerjakan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, dan kami akan pastikan tuntas pada akhir tahun 2025,” tegasnya. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung yang berkelanjutan.

Program KAT ini, menurut Elianus, akan terus berlanjut. “Tahun berikutnya akan diberikan di desa lainnya di Nias Utara yang memenuhi kriteria sesuai petunjuk Kemensos RI,” tambahnya. Ini memberikan harapan bagi komunitas terpencil lainnya di Nias Utara untuk mendapatkan perhatian serupa di masa mendatang, demi terwujudnya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo

1 Juni 2026 - 16:15 WIB

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek

29 Mei 2026 - 10:32 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Gengsi Peternak Merangin

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Desa Terdampak Bencana Jadi Fokus Tebar Qurban Pemprov Sumbar

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Sinergi Pemuda Sumbar Jadi Benteng Persatuan Desa

23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Trending di SOSBUD