Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 27 Mei 2025 21:55 WIB ·

Nagari Jadi Motor Utama Pembangunan Sumatera Barat 2029


					Nagari Jadi Motor Utama Pembangunan Sumatera Barat 2029 Perbesar

Padang [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menetapkan desa dan nagari sebagai panggung utama kemajuan dalam lima tahun ke depan. Melalui Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, desa tidak lagi hanya menjadi penonton pembangunan, melainkan basis kekuatan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menargetkan dokumen perencanaan ambisius ini rampung pada awal Juli mendatang. Langkah cepat ini diambil demi menyelaraskan Instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2025, yang mewajibkan kesepakatan antara pemerintah daerah dan DPRD paling lambat 11 Juli 2025.

Delapan Misi Menuju Sumbar Madani
Visi “Sumatra Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan” dijabarkan ke dalam delapan misi strategis. Salah satu poin yang paling krusial bagi masyarakat pedesaan adalah penguatan ekonomi nagari sebagai pusat produksi. Pemerintah ingin menciptakan keseimbangan antara kemajuan kota dan kemandirian desa, agar arus pertumbuhan ekonomi tidak timpang.

Sektor pangan juga mendapat perhatian khusus. Pemprov menargetkan transformasi pertanian dan perikanan melalui hilirisasi produk berbasis teknologi. Tujuannya jelas: meningkatkan pendapatan riil petani dan nelayan desa agar Sumbar tetap kokoh sebagai lumbung pangan nasional.

Infrastruktur dan SDM di Wilayah Pelosok
Pembangunan infrastruktur ke depan akan lebih menitikberatkan pada pemerataan akses air bersih, sanitasi, dan konektivitas digital hingga ke ujung nagari. Hal ini dibarengi dengan intervensi layanan kesehatan untuk menurunkan angka stunting serta kematian ibu dan bayi di pelosok.

Di sisi lain, reformasi birokrasi digital diterapkan untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Dengan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan kebijakan, setiap rupiah anggaran diharapkan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh warga desa.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, menegaskan bahwa RPJMD ini harus relevan menjawab tantangan zaman. Pembahasan intensif kini tengah berlangsung untuk memastikan arah pembangunan Sumatera Barat hingga tahun 2029 tetap terarah, terukur, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Anggaran Desa Sumbar 2027 Diketok, Ini Prioritas Pembangunan Nagari

15 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Sindiran Mahyeldi: 25 Juta Pemuda Desa Dikepung Gadget

15 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Babak Baru #SaveSipora: Kades Mentawai Lawan Amdal Cacat PT SPS

15 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Menakar KUA-PPAS Sumbar 2027: Nasib Nagari Pascabencana

15 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Sawit Sedot Air Nagari, Pajaknya Kok Mengalir ke Pejabat?

15 Agustus 2026 - 09:22 WIB

HUT RI ke-81: Kirab Bendi Pemprov vs Upacara Mandiri Nagari Sumbar

14 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Trending di KABAR PEMDA