Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KORUPSI · 23 Mei 2025 23:45 WIB ·

Sekdes Diduga Korupsi, Warga Sijambe Ngamuk, Polisi Turun Tangan!


					Suasana tegang saat warga Desa Sijambe, Pekalongan, berusaha menghadang mobil polisi yang mengamankan sekretaris desa terkait dugaan korupsi dana desa. Perbesar

Suasana tegang saat warga Desa Sijambe, Pekalongan, berusaha menghadang mobil polisi yang mengamankan sekretaris desa terkait dugaan korupsi dana desa.

Pekalongan [DESA MERDEKA] Situasi tegang menyelimuti Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (23/5/2025). Seorang perangkat desa harus dievakuasi paksa oleh aparat kepolisian dari kantor desa setelah menjadi sasaran amukan warga yang geram. Insiden ini terjadi setelah tuntutan warga agar sekretaris desa mengundurkan diri tak dipenuhi.

Sekretaris Desa Sijambe, yang identitasnya enggan disebutkan, menjadi biang kerok kemarahan massa. Ia diduga kuat menggelapkan dana desa senilai lebih dari Rp200 juta. Dana ini seharusnya digunakan untuk berbagai proyek penting, termasuk perbaikan jalan dan drainase yang hingga kini tak kunjung rampung. Kecurigaan warga terhadap praktik korupsi ini semakin menguat seiring berjalannya waktu.

Warga Emosi, Evakuasi Penuh Drama

Aksi evakuasi berlangsung dramatis. Ratusan warga yang emosi, tak hanya kaum pria, namun juga para ibu-ibu, berusaha menghadang dan menggedor kaca mobil polisi yang membawa sang sekretaris desa. Mereka meluapkan kekesalan atas mandeknya pembangunan dan dugaan penyelewengan dana yang merugikan masyarakat. Meski sebagian dana disebut telah dikembalikan, sang sekretaris desa menolak mundur karena merasa belum ada putusan resmi yang memintanya untuk mengundurkan diri atau dipecat.

Kemarahan warga ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, beredar informasi bahwa kejadian serupa pernah memicu insiden pembakaran dan perusakan Kantor Desa Sijambe lantaran tuntutan warga tak dipenuhi. Mengantisipasi terulangnya peristiwa pahit tersebut, pihak kepolisian langsung mengerahkan personel di lokasi untuk mengamankan situasi.

Kepala Desa Serba Salah, Nonaktifkan Sekdes Tuai Amarah

Kepala Desa Sijambe, Wahidin, mengakui dilema yang dihadapinya. Ia mengaku kesulitan mengambil tindakan tegas lantaran khawatir menabrak aturan. Keputusan untuk menonaktifkan sekretaris desa selama enam bulan justru disambut amarah warga. “Kalau nyalahi aturan saya tidak berani, tapi ternyata saya tanyakan ke Mas Didik dan lain-lain itu menabrak aturan Pak. Akhirnya kita berani, tapi kalau termasuk tidak nabrak ya saya bikinkan SK langsung pak,” ujar Wahidin di Pekalongan.

Insiden ini menjadi cerminan bahwa transparansi pengelolaan dana desa dan akuntabilitas para perangkat desa adalah hal krusial. Jika tidak, gejolak sosial seperti yang terjadi di Sijambe bisa kembali terulang, mengganggu stabilitas dan pembangunan di tingkat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mesin Speedboat Fiktif dan Tameng Politik di Desa Loleo

25 Mei 2026 - 12:47 WIB

Siasat Mangkir Kades Loleo: Dana Desa Menguap?

21 Mei 2026 - 09:54 WIB

Modal Usaha Desa Malah Amblas di Pasar Trading

19 Mei 2026 - 12:47 WIB

Upeti Ormas Berkedok Sumbangan Hantui Kepala Desa di TTU

16 Mei 2026 - 07:02 WIB

Drama Dana Desa Loleo: Lima Tahun Tanpa Sentuhan Audit

9 Mei 2026 - 19:57 WIB

Audit Investigatif: Harga Mati Ungkap Korupsi Desa Loleo

1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Trending di KORUPSI