Warga Dua Desa di Air Manjuto Patungan Beli Ambulans, Kades Cari Donatur Tambahan
Mukomuko, Bengkulu [DESA MERDEKA] – Dua desa bertetangga, Desa Tirta Mulya dan Desa Tirta Makmur di Kecamatan Air Manjuto, menunjukkan semangat gotong royong luar biasa. Warga dan tokoh masyarakat kedua desa telah bersepakat untuk mengadakan mobil ambulans desa melalui skema swadaya atau patungan dana masyarakat. Inisiatif ini muncul karena kebutuhan mendesak akan layanan transportasi darurat untuk warga, terutama untuk kondisi melahirkan, sakit kritis, hingga layanan kematian.
Meskipun usulan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes), Kepala Desa (Kades) Tirta Mulya, Suprianto, menjelaskan bahwa pengadaan ambulans tidak dapat dibiayai menggunakan Anggaran Dana Desa (DD) karena terbentur aturan yang berlaku.
Kebutuhan Mendesak Layanan Darurat Desa
Kebutuhan akan mobil ambulans menjadi isu krusial bagi warga di kedua desa. Selama ini, keterbatasan akses transportasi darurat seringkali menyulitkan warga yang membutuhkan pertolongan cepat. Tokoh masyarakat lantas menginisiasi kesepakatan agar Pemdes memfasilitasi pengadaan fasilitas vital tersebut.
“Usulan dari masyarakat ini tentu kami selaku pemerintah desa sangat dukung. Mobil ambulans memang sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk kondisi darurat medis seperti melahirkan, sakit, hingga pengantaran jenazah,” ujar Suprianto.
Suprianto kembali menegaskan bahwa sampai saat ini, meskipun sangat dibutuhkan, anggaran dari Dana Desa (DD) belum dapat dialokasikan secara langsung untuk pembelian mobil ambulans. Oleh karena itu, Pemdes dan tokoh masyarakat fokus pada jalur swadaya warga.
Rencana Patungan dan Pencarian Donatur
Rencana garis besar pengadaan telah disusun, yaitu menghimpun dana dari iuran masyarakat. Namun, karena jumlah Kepala Keluarga (KK) di kedua desa relatif terbatas, dana yang terkumpul diperkirakan belum mencukupi.
Suprianto menjabarkan, total warga di kedua desa diperkirakan sebanyak seribu KK. Jika setiap KK menyumbang Rp100.000, maka dana yang terkumpul baru mencapai Rp100 juta. Jumlah ini tentu masih jauh dari harga rata-rata sebuah mobil ambulans yang layak pakai.
“Anggaran dari patungan warga memang baru rencana awal. Karena itu, Pemdes juga berupaya mencari anggaran tambahan dari donatur lain atau pihak ketiga,” jelas Kades Suprianto.
Untuk menindaklanjuti usulan dan memastikan kesepakatan kolektif, Pemdes Tirta Mulya dan Tirta Makmur berencana mengadakan musyawarah besar dalam waktu dekat. Musyawarah ini bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat menyetujui besaran iuran dan mekanisme pengadaan ambulans swadaya tersebut.
“Jika memang disepakati oleh seluruh masyarakat kedua desa, kami dari Pemdes akan segera menindaklanjuti pembelian mobil ambulans desa. Kami berharap musyawarah ini berjalan lancar agar layanan darurat desa bisa segera terealisasi,” tutupnya. Inisiatif ini menjadi contoh nyata kemandirian warga dalam mengatasi keterbatasan fasilitas umum.



















[…] Bengkulu [DESA MERDEKA] – Setelah melalui proses perbaikan yang rampung seratus persen, mobil ambulans hasil kolaborasi dan iuran swadaya warga Desa Tirta Mulya dan Tirta Makmur kini resmi beroperasi kembali. Kehadiran fasilitas penting ini menjadi wujud nyata kekompakan kedua […]
[…] Gotong Royong Dua Desa Wujudkan Ambulans Di tengah perayaan, Kades Supriyanto mengumumkan rencana mulia hasil gotong royong warga dari dua desa, yakni Tirta Mulya dan Tirta Makmur, untuk membeli satu unit ambul…. […]