Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 14 Mei 2025 21:21 WIB ·

Sinergi Lindungi Perempuan dan Anak Sumbar Digaungkan


					<em>Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi P2TP2A se-Sumatera Barat, menekankan pentingnya sinergi dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Auditorium Gubernuran, Padang, Rabu (14/5/2025).</em> Perbesar

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi P2TP2A se-Sumatera Barat, menekankan pentingnya sinergi dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Auditorium Gubernuran, Padang, Rabu (14/5/2025).

Padang [DESA MERDEKA]Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyerukan persatuan dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak dalam upaya krusial melindungi perempuan dan anak dari ancaman kekerasan. Ajakan ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) se-Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran, Rabu (14/5/2025).

Dalam pidatonya, Gubernur Mahyeldi menggarisbawahi betapa esensialnya keharmonisan, sinergi, dan integrasi dalam setiap langkah pencegahan kekerasan. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi dari seluruh elemen. Kami juga terbuka terhadap berbagai masukan konstruktif dari berbagai instansi dan lembaga demi memperkokoh benteng perlindungan bagi perempuan dan anak di Ranah Minang,” tuturnya dengan penuh harap.

Lebih lanjut, Mahyeldi menekankan bahwa garda terdepan pencegahan kekerasan idealnya berada di dalam lingkup keluarga. Komunikasi yang efektif dalam rumah tangga, dipadukan dengan penguatan nilai-nilai agama dan kearifan lokal, diyakininya sebagai langkah awal yang sangat signifikan. Tak hanya itu, ia juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk segera melaporkan setiap indikasi atau kasus kekerasan melalui mekanisme yang ada, mulai dari tingkat RT/RW, Satuan Tugas (Satgas), hingga Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Rapat koordinasi ini menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai narasumber, termasuk psikolog anak ternama Prof. Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto), Kepala Dinas P2TP2A Sumatera Barat, perwakilan dari P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang, serta motivator Hidayatul Taufik. Para peserta yang hadir berasal dari berbagai dinas dan lembaga yang bergerak di bidang layanan perlindungan perempuan dan anak di seluruh penjuru Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM