Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 10 Mei 2023 15:52 WIB ·

Jawa Timur Siaga Kekeringan: Ratusan Desa Terancam


					Jawa Timur Siaga Kekeringan: Ratusan Desa Terancam Perbesar

Surabaya [DESA MERDEKA] Bayang-bayang kekeringan kembali menghantui sejumlah wilayah di Jawa Timur. Puncak musim kemarau yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) jatuh pada Juli 2023 mendatang, menempatkan 913 desa yang tersebar di 26 kabupaten di Jawa Timur dalam kondisi siaga. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kini bergerak cepat mempersiapkan langkah antisipasi.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menghadapi potensi peningkatan jumlah desa yang mengalami kekeringan kritis. “Kami siap dengan droping air jika memang ada penambahan titik-titik kering yang membutuhkan bantuan segera. Perkiraan kami, puncak kekeringan akan terjadi pada bulan Juli,” ujarnya.

Gatot mengimbau kepada seluruh desa yang pernah terdampak kekeringan di tahun sebelumnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Meskipun BPBD telah menyiapkan strategi taktis berupa droping air, Gatot menekankan bahwa penanganan kekeringan merupakan tanggung jawab bersama. Baik BPBD provinsi maupun kabupaten/kota diminta untuk proaktif dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Informasi dari BMKG jelas menyebutkan bahwa masa pancaroba dan puncak musim panas akan terjadi di bulan Juli. Antisipasi sudah kami siapkan sejak saat ini,” kata Gatot dengan nada tegas.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Jawa Timur, terdapat 913 desa/kelurahan di 26 kabupaten yang tercatat mengalami dampak kekeringan pada tahun sebelumnya. Jumlah tersebut terklasifikasi dalam tiga kategori tingkat kekeringan: 513 desa masuk kategori kering kritis, 303 desa mengalami kering langka, dan 101 desa berada dalam kategori kering langka terbatas.

Saat ini, BPBD Jawa Timur masih dalam proses pendataan lebih lanjut terkait daerah mana saja yang mengajukan permintaan droping air bersih. BPBD di tingkat kabupaten/kota juga diinstruksikan untuk melakukan analisis mendalam terhadap kondisi wilayah masing-masing guna memetakan potensi kekeringan. “Intinya, kami sudah siap untuk melaksanakan droping air bersih sebagai langkah preventif dan responsif terhadap ancaman kekeringan,” ujar Gatot.

Sebagai respons cepat terhadap krisis air bersih yang menimpa warga Kampung Polay, Dukuh Ampenang, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, akibat kerusakan mesin pompa sumur bor, BPBD Jawa Timur bergerak sigap. Bantuan air bersih segera dikirimkan kepada 141 kepala keluarga atau sekitar 425 jiwa yang terdampak. Langkah ini menunjukkan komitmen BPBD Jawa Timur dalam memberikan pertolongan konkret kepada masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kekurangan air bersih, sembari mempersiapkan diri menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan akan datang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN