Jakarta [DESA MERDEKA] – Pemerintah tengah gencar mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu upaya konkretnya adalah dengan mendorong desa-desa di seluruh Indonesia untuk lebih kreatif dalam mengembangkan BUMDes, khususnya di sektor pangan.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam sebuah pernyataan pada Rabu (15/1) lalu, menekankan pentingnya peran BUMDes dalam meningkatkan pendapatan asli desa (PAD). “Perlu ada kemampuan kewirausahaan yang tinggi dari pemerintah desa untuk mengidentifikasi potensi lokal dan mengembangkannya,” ujar Tito.
Dengan memperkuat BUMDes, diharapkan desa dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan ketahanan pangan nasional, tetapi juga dapat mengurangi angka urbanisasi. “Ketika desa sudah mampu menyediakan lapangan kerja dan kesejahteraan yang layak, maka anak-anak muda tidak perlu lagi merantau ke kota,” tambah Tito.
Tito juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan perkotaan dan pedesaan. Saat ini, persentase penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan dan pedesaan terbilang cukup seimbang, masing-masing sekitar 56% dan 44%. Namun, dengan tingginya angka kelahiran, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memastikan desa tetap menjadi tempat yang layak untuk ditinggali.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah terus berupaya memperkuat sistem pemerintahan desa dan memastikan anggaran desa digunakan secara efektif dan efisien. Dengan demikian, diharapkan desa-desa di Indonesia dapat tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.