Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 24 Des 2024 12:58 WIB ·

Sukakarya Panen Wangi dengan Teknologi Atsiri Zero Karbon


					Sukakarya Panen Wangi dengan Teknologi Atsiri Zero Karbon Perbesar

Sukakarya, Tasikmalaya, Jabar [DESA MERDEKA] –  Desa Sukakarya di Kecamatan Samarang, Kabupaten Tasikmalaya, kini menebarkan aroma harapan baru. Berkat sentuhan inovasi dari Universitas Garut (Uniga), desa yang dikenal dengan potensi minyak atsirinya ini mengadopsi teknologi penyulingan modern yang tak hanya efisien namun juga ramah lingkungan. Adalah AtsiriTech ZeroCarbon, sebuah alat penyulingan minyak atsiri berbasis elektronik yang lahir dari program pengabdian masyarakat Uniga dan didanai oleh Kemendikbudristek, yang kini menjadi andalan baru para petani di Sukakarya.

Teknologi AtsiriTech ZeroCarbon hadir sebagai solusi cerdas untuk menggantikan metode penyulingan tradisional yang selama ini mengandalkan kayu bakar. Peralihan ini membawa angin segar bagi lingkungan sekitar, karena secara signifikan mampu menekan emisi karbon dan mengurangi limbah hasil pembakaran. Lebih dari sekadar ramah lingkungan, AtsiriTech ZeroCarbon juga menjanjikan proses penyulingan yang lebih cepat dan menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas yang lebih terjaga.

Kolaborasi apik antara tim pengabdian Uniga, yang dipimpin oleh Sifa Nurpadillah, dengan masyarakat Desa Sukakarya berjalan mulus. Proses instalasi alat hingga pelatihan penggunaannya dilakukan langsung di tengah-tengah kebun dan lahan penyulingan milik petani. Pendekatan ini memastikan bahwa masyarakat setempat tidak hanya menerima teknologi, tetapi juga mahir dalam mengoperasikannya secara mandiri.

Ede Kadarusman, ketua Kelompok Tani Pulus Wangi Desa Sukakarya, menyambut gembira kehadiran AtsiriTech ZeroCarbon. “Kami sangat antusias dengan penerapan teknologi ini di Desa Sukakarya. Ini adalah langkah nyata menuju desa yang lebih mandiri dan tentunya lebih peduli pada kelestarian alam,” ungkapnya dengan nada optimis.

Manfaat yang ditawarkan oleh AtsiriTech ZeroCarbon bagi Desa Sukakarya sangat beragam. Selain aspek ramah lingkungan dan efisiensi waktu penyulingan, teknologi ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan para petani. Dengan produktivitas yang meningkat dan kualitas minyak atsiri yang lebih baik, diharapkan harga jual di pasaran pun akan ikut terkerek naik. Pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan juga menjadi nilai tambah yang tak ternilai harganya.

Uniga sendiri tidak hanya berhenti pada tahap implementasi. Mereka menunjukkan komitmen jangka panjang dengan berencana melakukan monitoring secara berkala di Desa Sukakarya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa teknologi AtsiriTech ZeroCarbon terus berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Sifa Nurpadillah, sebagai ujung tombak program pengabdian ini, berharap bahwa keberhasilan di Desa Sukakarya dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam serupa. “Kami sangat berharap teknologi ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi sumber daya alamnya secara berkelanjutan, demi kemajuan bersama,” pungkasnya. Dengan AtsiriTech ZeroCarbon, Desa Sukakarya kini tak hanya harum mewangi minyak atsiri, namun juga menebarkan aroma inovasi dan harapan akan masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN