Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 16 Mar 2025 08:24 WIB ·

210 Ribu Orang Dilatih Kelola Koperasi Desa Merah Putih, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa


					210 Ribu Orang Dilatih Kelola Koperasi Desa Merah Putih, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Pemerintah Indonesia akan melatih 210 ribu orang dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengatasi ketimpangan ekonomi antara kota dan desa.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa program ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi petani dan warga desa dari sistem ekonomi yang tidak adil.

“Pak Prabowo memiliki perhatian besar terhadap koperasi dan rakyat. Ide pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini adalah wujud nyata komitmen beliau,” ujar Budi Arie saat acara Buka Puasa Bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Program Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk mengatasi masalah ekonomi pedesaan, termasuk praktik tengkulak dan rentenir yang merugikan masyarakat. Budi Arie menjelaskan bahwa 70 ribu koperasi desa akan dibentuk, dengan masing-masing dikelola oleh tiga orang, sehingga total 210 ribu orang akan dilatih.

“Kami membutuhkan kerja sama dengan Kadin untuk menyukseskan program ini,” tambahnya.

Program ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan ekstrem di desa yang saat ini mencapai 3 juta orang. Koperasi desa diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung target Indonesia Emas 2045.

“Koperasi adalah wujud demokrasi ekonomi yang dapat menyejahterakan rakyat dan mengangkat ekonomi dari kemiskinan,” tegas Budi Arie.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak dapat hanya bertumpu pada perkotaan, tetapi juga harus melibatkan desa sebagai kekuatan utama. Saat ini, kontribusi ekonomi nasional didominasi oleh kota sebesar 85 persen, sementara desa hanya 15 persen, padahal 91 persen wilayah Indonesia adalah desa.

“Kami berharap komposisi ini dapat diperbaiki agar kemajuan Indonesia dirasakan oleh seluruh rakyat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Pemuda Kepulungan Pilih Bebek: Solusi Cuan Luar Pabrik

6 April 2026 - 08:17 WIB

Trending di EKBIS