Ciamis, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Gelombang kritis masyarakat desa kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Kantor Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, menjadi saksi bisu saat puluhan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa Sandingtaman menggelar aksi unjuk rasa, Senin (3/4/2023). Mereka menuntut satu hal mendasar: transparansi dan evaluasi total terhadap kinerja Kepala Desa setempat.
Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa “mata” masyarakat desa kini aktif mengawasi setiap kebijakan di tingkat paling dasar. Warga tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang berani mempertanyakan arah pemerintahan mereka secara langsung melalui jalur demokrasi yang konstitusional.
Pengawalan Humanis di Tengah Tensi Tinggi
Guna memastikan aspirasi tersampaikan tanpa mengorbankan stabilitas, personel gabungan dari Polres Ciamis dan Koramil Panjalu dikerahkan untuk melakukan pengamanan ketat namun tetap humanis. Kapolsek Panjalu, Iptu Yaya Koswara, menjelaskan bahwa dukungan personel lintas sektoral dikerahkan agar aktivitas pelayanan publik di kantor desa tetap berjalan meskipun di tengah keriuhan massa.
“Kehadiran aparat di lokasi bukan untuk menghalangi aspirasi, melainkan mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” ujar Iptu Yaya. Sinergi ini terbukti efektif meredam tensi tinggi, sehingga aksi berakhir kondusif tanpa ada tindakan anarkis yang merugikan fasilitas umum desa.
Cermin Demokrasi di Akar Rumput
Fenomena di Sandingtaman mencerminkan semakin dewasanya masyarakat dalam berpolitik di tingkat lokal. Keberanian warga menuntut evaluasi kinerja pemimpin merupakan fungsi kontrol sosial yang vital bagi kemajuan desa. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh perangkat desa bahwa akuntabilitas kini merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar.
Dengan pengawalan yang tertib, diharapkan muncul titik temu yang solutif antara tuntutan warga dan respons Pemerintah Desa. Peristiwa ini menegaskan bahwa transparansi adalah fondasi utama untuk merawat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan di desa.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.