Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

LINGKUNGAN · 22 Sep 2024 23:02 WIB ·

Warga Kukar Desak Normalisasi Sungai Belayan, Sedimentasi Ancam Mata Pencaharian


					<em>Ilustrasi. Sedimentasi yang terus menumpuk di Sungai Belayan, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, dikeluhkan masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut.</em>   Perbesar

Ilustrasi. Sedimentasi yang terus menumpuk di Sungai Belayan, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, dikeluhkan masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut.  

Tenggarong [DESA MERDEKA] – Sedimentasi yang semakin parah di Sungai Belayan, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), telah mengancam kehidupan masyarakat sekitar. Warga dari Desa Kelekat dan Desa Bukit Layang pun mendesak pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai.

“Kami sudah tidak tahan lagi dengan kondisi sungai yang semakin dangkal,” ungkap Ferdy, Kepala Urusan Umum Desa Kelekat. “Banjir yang sebelumnya jarang terjadi, kini menjadi ancaman rutin bagi kami.”

Sedimentasi yang menumpuk sepanjang 4,6 kilometer telah mengganggu aliran air, menyebabkan banjir lebih sering melanda permukiman warga. Akibatnya, aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani sawit dan nelayan, terhambat.

“Petani sawit kesulitan mengangkut hasil panen karena akses jalan yang terendam banjir,” ujar Ferdy. “Nelayan juga mengeluhkan penurunan hasil tangkapan karena sedimentasi menyulitkan kapal untuk bermanuver.”

Dampak Sosial Ekonomi

Normalisasi Sungai Belayan tidak hanya penting untuk mencegah banjir, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat. Sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi ribuan warga di Kecamatan Kembang Janggut.

“Sungai Belayan adalah urat nadi bagi kami,” kata Yus, salah seorang warga. “Kami berharap pemerintah segera bertindak untuk menyelamatkan sungai ini.”

Tanggapan Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Kukar telah mengetahui permasalahan ini. Kepala Desa Bukit Layang, Silferius Sudi, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya normalisasi. Namun, ia menekankan pentingnya koordinasi dan perizinan yang jelas dari pemerintah tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” ujar Silferius. “Namun, kami perlu kepastian hukum agar tindakan yang kami lakukan tidak menyalahi aturan.”

Harapan Masyarakat

Masyarakat di sekitar Sungai Belayan berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi sedimentasi. Mereka menginginkan normalisasi sungai dilakukan sesegera mungkin agar kehidupan mereka bisa kembali normal dan sejahtera.

“Kami sudah terlalu lama menderita akibat kondisi sungai yang memprihatinkan,” kata Ferdy. “Kami berharap pemerintah mendengar jeritan kami.”

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 154 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Pawang Cuaca Teknologi Siap Jinakkan Banjir Empat Bulan Lamongan

11 Maret 2026 - 22:11 WIB

Jembatan Gantung Bunut Putus, Aktivitas Ribuan Warga Lumpuh

11 Maret 2026 - 13:05 WIB

Trending di LINGKUNGAN