Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] – Harapan warga Desa Bunut untuk beraktivitas normal hanyut bersama luapan sungai. Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan sejak Senin (9/3/2026) malam, resmi memutus satu-satunya jembatan gantung di desa tersebut. Akibatnya, koneksi antar-dusun terhenti total dan ribuan warga kini terisolasi di tengah kepungan banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono, mengonfirmasi bahwa derasnya debit air dari hulu sungai menjadi pemicu utama hancurnya infrastruktur vital tersebut. “Aktivitas masyarakat lumpuh total. Tidak ada korban jiwa, namun akses utama yang menghubungkan Dusun II dan Dusun IV kini tidak bisa dilalui sama sekali,” tegasnya di Muaradua, Selasa (10/3/2026).
Dusun Terisolasi, Perahu Karet Jadi Penyelamat
Kondisi di lapangan kian pelik karena ruas jalan utama Desa Bunut juga terendam banjir luapan sungai. Untuk menyambung napas aktivitas warga, personel BPBD telah diterjunkan ke lokasi dengan membawa perahu karet sebagai sarana transportasi darurat.
Kehadiran perahu ini menjadi tumpuan sementara bagi warga yang mendesak harus menyeberang, mengingat jembatan gantung yang biasanya menjadi urat nadi ekonomi dan pendidikan kini telah raib diterjang arus. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri menerjang area banjir demi keselamatan nyawa.
Menanti Penanganan Permanen
Putusnya jembatan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman bagi ketahanan pangan dan mobilitas desa. BPBD menyatakan segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk pengadaan jembatan darurat atau pembangunan kembali struktur yang permanen.
Hingga saat ini, pemantauan cuaca terus dilakukan karena potensi hujan susulan masih tinggi di wilayah hulu. Warga diharapkan tetap bersiaga menghadapi kemungkinan debit air yang kembali meningkat sewaktu-waktu.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.