Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 11 Mar 2026 13:05 WIB ·

Jembatan Gantung Bunut Putus, Aktivitas Ribuan Warga Lumpuh


					Jembatan di Desa Bunut, Kabupaten OKU Selatan putus diterjang banjir, Selasa. (Image courtesy: BPBD OKU Selatan) Perbesar

Jembatan di Desa Bunut, Kabupaten OKU Selatan putus diterjang banjir, Selasa. (Image courtesy: BPBD OKU Selatan)

Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] – Harapan warga Desa Bunut untuk beraktivitas normal hanyut bersama luapan sungai. Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan sejak Senin (9/3/2026) malam, resmi memutus satu-satunya jembatan gantung di desa tersebut. Akibatnya, koneksi antar-dusun terhenti total dan ribuan warga kini terisolasi di tengah kepungan banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono, mengonfirmasi bahwa derasnya debit air dari hulu sungai menjadi pemicu utama hancurnya infrastruktur vital tersebut. “Aktivitas masyarakat lumpuh total. Tidak ada korban jiwa, namun akses utama yang menghubungkan Dusun II dan Dusun IV kini tidak bisa dilalui sama sekali,” tegasnya di Muaradua, Selasa (10/3/2026).

Dusun Terisolasi, Perahu Karet Jadi Penyelamat
Kondisi di lapangan kian pelik karena ruas jalan utama Desa Bunut juga terendam banjir luapan sungai. Untuk menyambung napas aktivitas warga, personel BPBD telah diterjunkan ke lokasi dengan membawa perahu karet sebagai sarana transportasi darurat.

Kehadiran perahu ini menjadi tumpuan sementara bagi warga yang mendesak harus menyeberang, mengingat jembatan gantung yang biasanya menjadi urat nadi ekonomi dan pendidikan kini telah raib diterjang arus. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri menerjang area banjir demi keselamatan nyawa.

Menanti Penanganan Permanen
Putusnya jembatan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman bagi ketahanan pangan dan mobilitas desa. BPBD menyatakan segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk pengadaan jembatan darurat atau pembangunan kembali struktur yang permanen.

Hingga saat ini, pemantauan cuaca terus dilakukan karena potensi hujan susulan masih tinggi di wilayah hulu. Warga diharapkan tetap bersiaga menghadapi kemungkinan debit air yang kembali meningkat sewaktu-waktu.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN