Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 22 Sep 2024 23:02 WIB ·

Warga Kukar Desak Normalisasi Sungai Belayan, Sedimentasi Ancam Mata Pencaharian


					<em>Ilustrasi. Sedimentasi yang terus menumpuk di Sungai Belayan, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, dikeluhkan masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut.</em>   Perbesar

Ilustrasi. Sedimentasi yang terus menumpuk di Sungai Belayan, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, dikeluhkan masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut.  

Tenggarong [DESA MERDEKA] – Sedimentasi yang semakin parah di Sungai Belayan, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), telah mengancam kehidupan masyarakat sekitar. Warga dari Desa Kelekat dan Desa Bukit Layang pun mendesak pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai.

“Kami sudah tidak tahan lagi dengan kondisi sungai yang semakin dangkal,” ungkap Ferdy, Kepala Urusan Umum Desa Kelekat. “Banjir yang sebelumnya jarang terjadi, kini menjadi ancaman rutin bagi kami.”

Sedimentasi yang menumpuk sepanjang 4,6 kilometer telah mengganggu aliran air, menyebabkan banjir lebih sering melanda permukiman warga. Akibatnya, aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani sawit dan nelayan, terhambat.

“Petani sawit kesulitan mengangkut hasil panen karena akses jalan yang terendam banjir,” ujar Ferdy. “Nelayan juga mengeluhkan penurunan hasil tangkapan karena sedimentasi menyulitkan kapal untuk bermanuver.”

Dampak Sosial Ekonomi

Normalisasi Sungai Belayan tidak hanya penting untuk mencegah banjir, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat. Sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi ribuan warga di Kecamatan Kembang Janggut.

“Sungai Belayan adalah urat nadi bagi kami,” kata Yus, salah seorang warga. “Kami berharap pemerintah segera bertindak untuk menyelamatkan sungai ini.”

Tanggapan Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Kukar telah mengetahui permasalahan ini. Kepala Desa Bukit Layang, Silferius Sudi, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya normalisasi. Namun, ia menekankan pentingnya koordinasi dan perizinan yang jelas dari pemerintah tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” ujar Silferius. “Namun, kami perlu kepastian hukum agar tindakan yang kami lakukan tidak menyalahi aturan.”

Harapan Masyarakat

Masyarakat di sekitar Sungai Belayan berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi sedimentasi. Mereka menginginkan normalisasi sungai dilakukan sesegera mungkin agar kehidupan mereka bisa kembali normal dan sejahtera.

“Kami sudah terlalu lama menderita akibat kondisi sungai yang memprihatinkan,” kata Ferdy. “Kami berharap pemerintah mendengar jeritan kami.”

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 175 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Trending di LINGKUNGAN