Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 1 Mar 2025 14:51 WIB ·

Warga Bangsalsari “Bedah” Anggaran Desa, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran


					Warga Bangsalsari “Bedah” Anggaran Desa, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran Perbesar

Jember, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Budaya transparansi radikal mulai mengakar kuat di tingkat akar rumput. Pemerintah Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pertanggungjawaban APBDes Tahun Anggaran 2024 di Balai Desa setempat. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana publik bukan lagi menjadi “rahasia dapur” perangkat desa, melainkan konsumsi terbuka bagi seluruh warga.

Dalam musyawarah tersebut, seluruh elemen masyarakat mulai dari BPD, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat hadir untuk mendengarkan langsung rincian penggunaan uang rakyat. Kepala Seksi Kesejahteraan, Mohamad Hosim Yakub, memaparkan laporan realisasi anggaran secara komprehensif, mencakup sektor pendapatan, belanja, hingga sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).

Transparansi Sebagai Bentuk Akuntabilitas
Sudut pandang menarik dari Musdes ini adalah keberanian pemerintah desa untuk “ditelanjangi” secara data. Ketua BPD Bangsalsari memberikan apresiasi tinggi terhadap keterbukaan ini. Menurutnya, akuntabilitas publik adalah kunci untuk menghindari kecurigaan dan mempererat hubungan antara aparat desa dengan konstituennya.

Namun, Musdes ini tidak berakhir pada pemaparan searah. Sesi tanya jawab berubah menjadi ruang diskusi yang dinamis. Warga tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga memberikan evaluasi kritis terhadap program-program yang telah berjalan sepanjang tahun 2024.

Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Sorotan Warga
Aspirasi masyarakat yang muncul dalam diskusi tersebut didominasi oleh tiga isu utama:

  • Perbaikan Infrastruktur: Permintaan percepatan renovasi jalan desa yang menunjang mobilitas.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Usulan program yang mampu mendongkrak pendapatan warga secara mandiri.
  • Program Sosial: Peningkatan jangkauan bantuan bagi warga kurang mampu.

Segala masukan ini dicatat secara resmi sebagai draf penting untuk perencanaan kerja tahun mendatang. Dengan melibatkan partisipasi aktif warga sejak tahap pertanggungjawaban, risiko pembangunan yang “salah sasaran” dapat diminimalisir.

Musyawarah ditutup dengan komitmen bersama untuk memperketat pengawasan swadaya oleh masyarakat. Melalui tata kelola yang bersih dan partisipatif, Desa Bangsalsari optimistis dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke pintu rumah warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pindang Srani: Rahasia Harmonisasi Petinggi Desa Jepara

15 Juni 2026 - 11:00 WIB

Dilema Dana CSR Desa Tamainusi: Antara Pembangunan dan Penjara

15 Juni 2026 - 09:05 WIB

Lewat Sentuhan Digital, Potensi Tersembunyi Desa Wisata Guranjhil Siap Mendunia

13 Juni 2026 - 17:49 WIB

Nagari Ladang Panjang Perkuat Benteng Desa Lawan Narkoba

13 Juni 2026 - 15:43 WIB

Ujian Nyata Dua Kades PAW Bojonegoro Memimpin Desa

11 Juni 2026 - 18:40 WIB

Desa Ketanggan Berhasil Legalkan Tanah Aset Desa

9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Trending di DESA