Jember, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Budaya transparansi radikal mulai mengakar kuat di tingkat akar rumput. Pemerintah Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pertanggungjawaban APBDes Tahun Anggaran 2024 di Balai Desa setempat. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana publik bukan lagi menjadi “rahasia dapur” perangkat desa, melainkan konsumsi terbuka bagi seluruh warga.
Dalam musyawarah tersebut, seluruh elemen masyarakat mulai dari BPD, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat hadir untuk mendengarkan langsung rincian penggunaan uang rakyat. Kepala Seksi Kesejahteraan, Mohamad Hosim Yakub, memaparkan laporan realisasi anggaran secara komprehensif, mencakup sektor pendapatan, belanja, hingga sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).
Transparansi Sebagai Bentuk Akuntabilitas
Sudut pandang menarik dari Musdes ini adalah keberanian pemerintah desa untuk “ditelanjangi” secara data. Ketua BPD Bangsalsari memberikan apresiasi tinggi terhadap keterbukaan ini. Menurutnya, akuntabilitas publik adalah kunci untuk menghindari kecurigaan dan mempererat hubungan antara aparat desa dengan konstituennya.
Namun, Musdes ini tidak berakhir pada pemaparan searah. Sesi tanya jawab berubah menjadi ruang diskusi yang dinamis. Warga tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga memberikan evaluasi kritis terhadap program-program yang telah berjalan sepanjang tahun 2024.
Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Sorotan Warga
Aspirasi masyarakat yang muncul dalam diskusi tersebut didominasi oleh tiga isu utama:
- Perbaikan Infrastruktur: Permintaan percepatan renovasi jalan desa yang menunjang mobilitas.
- Pemberdayaan Ekonomi: Usulan program yang mampu mendongkrak pendapatan warga secara mandiri.
- Program Sosial: Peningkatan jangkauan bantuan bagi warga kurang mampu.
Segala masukan ini dicatat secara resmi sebagai draf penting untuk perencanaan kerja tahun mendatang. Dengan melibatkan partisipasi aktif warga sejak tahap pertanggungjawaban, risiko pembangunan yang “salah sasaran” dapat diminimalisir.
Musyawarah ditutup dengan komitmen bersama untuk memperketat pengawasan swadaya oleh masyarakat. Melalui tata kelola yang bersih dan partisipatif, Desa Bangsalsari optimistis dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke pintu rumah warga.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.