Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 28 Nov 2025 08:08 WIB ·

Wamensos Targetkan Desa Sejahtera Mandiri Nasional Demi Kemiskinan 0%


					Wamensos Agus Jabo Priyono saat Evaluasi Program Desa Sejahtera Mandiri di Hotel Aston Semarang, Kamis, 27 November 2025. Dok. Kemensos Perbesar

Wamensos Agus Jabo Priyono saat Evaluasi Program Desa Sejahtera Mandiri di Hotel Aston Semarang, Kamis, 27 November 2025. Dok. Kemensos

Wamensos Harap Program Desa Sejahtera Mandiri Diperluas, Dukung Target Prabowo

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyatakan harapannya agar program percontohan “Desa Sejahtera Mandiri” yang sukses berjalan di sembilan desa di Jawa Tengah dapat diperluas secara nasional. Perluasan program ini dinilai krusial untuk mendukung tercapainya target Presiden Prabowo Subianto, yaitu menekan kemiskinan ekstrem hingga 0% pada tahun 2026 dan menekan angka kemiskinan di bawah 5% pada tahun 2029.

“Mari kita berdayakan masyarakat supaya bisa mandiri, punya penghasilan, dan mereka bisa ‘gemuyu’ (bahagia), sehingga kemudian bisa menjadi masyarakat yang baldatun, thoyyibatun wa robbun ghofur,” kata Agus Jabo saat membuka Evaluasi Program “Desa Sejahtera Mandiri” di Hotel Aston, Semarang, Kamis (27/11/2025).

Program Pilot Project Pemberdayaan Berbasis KUBE
Evaluasi ini digelar untuk memastikan program pilot project pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan ekstrem ini berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan. Program ini melibatkan sinergi antara Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Sosial Jawa Tengah (Dinsos), pihak swasta, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kemensos dan Dinsos Jawa Tengah bekerja sama membentuk Kelompok Usaha Bersama (Kube) di desa-desa yang memiliki jumlah penerima bantuan sosial (bansos) tertinggi. Desa-desa ini menerima intervensi dan bantuan yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing.

Wamensos mencontohkan keberhasilan pemberdayaan melalui pemanfaatan potensi lokal. Ia menyebut program produksi keranjang yang terbuat dari bahan baku ramah lingkungan, seperti eceng gondok dan pelepah pisang.

“Hasil pemberdayaan ini sudah kita ekspor, baru-baru ini kita sudah mengekspor keranjang yang berasal dari eceng gondok,” ujarnya.

Secara spesifik, Desa Kalisalak disebut berhasil memproduksi hasil kerajinan eceng gondok yang berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Amerika Serikat.

Target Graduasi KPM dan Ekspansi Program
Terkait hasil evaluasi di sembilan desa percontohan, Agus Jabo menyebut asesmen menunjukkan hasil yang baik. Para pemuda di desa-desa tersebut aktif mengikuti pelatihan di balai dan memperoleh dukungan melalui Kube serta kolaborasi dengan pihak swasta.

“Dari sembilan desa ini rencananya tanggal 11 Desember akan ada 300 keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan tergraduasi,” ungkapnya.

Kemensos berkomitmen memperluas program pemberdayaan ini ke 1.278 desa lainnya di Jawa Tengah. Upaya ini melibatkan konsolidasi kekuatan antar kementerian di pusat dan pihak swasta untuk memastikan program pemberdayaan berjalan berhasil.

Kepala Desa Kalisalak, Ilham Tryono, membenarkan bahwa desanya masuk kategori miskin ekstrem sehingga memerlukan intervensi pelatihan dan pemberdayaan dari pemerintah pusat dan daerah. Sekitar 200 warganya telah menerima program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi lokal, seperti pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku kerajinan.

“Pemberdayaan sudah sekitar 1 tahun. Progresnya menunjukkan peningkatan karena berhasil memproduksi barang yang mempunyai nilai ekspor,” kata Ilham.

Ilham berharap warganya dapat segera naik status dari penerima bansos menuju graduasi. Ia menargetkan tahun depan semua warganya dapat digraduasi, mengingat saat ini hanya tersisa 37 KPM yang masih harus menerima bantuan.

Sembilan desa pilot project Desa Sejahtera Mandiri di Jawa Tengah adalah:

  • Desa Pesodongan, Kabupaten Wonosobo
  • Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas
  • Desa Kepuhsari, Kabupaten Wonogiri
  • Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang
  • Desa Dimoro, Kabupaten Grobogan
  • Desa Wlahar, Kabupaten Brebes
  • Desa Purwosari, Kabupaten Magelang
  • Desa Peniron, Kabupaten Kebumen
  • Desa Ngesrep Balong, Kabupaten Kendal
Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Galodo Arosuka: Bantuan Perantau S3 dan Realita Ratusan Korban

6 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Darurat Kasus Kekerasan Seksual: Mengapa Jalur Damai Melanggar UU TPKS?

4 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Menggugat Alarm Mitigasi dari Hulu Nagari

2 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Trending di SOSBUD