Jakarta [DESA MERDEKA] – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, melaporkan perkembangan signifikan terkait pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Dalam laporannya, sebagian besar rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) kini telah kembali beroperasi untuk melayani masyarakat.
Informasi tersebut disampaikan Benjamin usai mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Percepatan Penanganan Bencana Sumatera di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu (17/12/2025). Ia menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat agar akses layanan kesehatan tidak terputus bagi warga terdampak.
Rincian Operasional Fasilitas Kesehatan per Wilayah
Berdasarkan data terkini, tingkat pemulihan fasilitas kesehatan di tiga provinsi tersebut menunjukkan angka yang positif:
- Aceh: Sebanyak 62 dari total 65 rumah sakit sudah beroperasi normal. Namun, terdapat tiga rumah sakit swasta yang masih belum bisa memberikan layanan. Untuk puskesmas, dari total 305 unit, sebanyak 37 unit masih belum beroperasi akibat mengalami kerusakan fisik yang cukup parah.
- Sumatera Barat: Wilayah ini mencatatkan tingkat pemulihan tercepat dengan status 100 persen operasional. Seluruh rumah sakit dan puskesmas di Sumbar sudah kembali melayani pasien secara penuh.
- Sumatera Utara: Seluruh rumah sakit di Sumut sudah berfungsi normal kembali. Meski demikian, masih terdapat empat unit puskesmas yang hingga saat ini belum bisa beroperasi kembali pascabencana.
Fokus Ketersediaan Obat dan Air Bersih
Meskipun situasi darurat secara umum telah teratasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini mengalihkan fokus pada penanganan dampak lanjutan bagi para pengungsi. Ketersediaan obat-obatan dan akses air bersih menjadi prioritas utama untuk mencegah wabah penyakit di lapangan.
“Kami perlu menyiapkan obat-obatan pascabencana, terutama obat untuk mengatasi diare akibat keterbatasan air bersih. Itulah kendala yang saat ini dihadapi di lapangan,” jelas Benjamin.
Guna memastikan penanganan berjalan efektif, Kemenkes telah mengaktifkan pusat krisis yang dipimpin langsung oleh masing-masing Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di Aceh, Sumut, dan Padang. Skema koordinasi ini diharapkan mampu memangkas birokrasi sehingga setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani oleh perwakilan Kemenkes di daerah.
Pemulihan Bencana Sebagai Prioritas Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di Sumatera merupakan instruksi langsung dari Presiden sebagai prioritas nasional.
Seluruh kementerian dan lembaga (K/L) diminta untuk menempatkan program pemulihan di ketiga provinsi tersebut dalam agenda utama mereka. Pratikno juga memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran yang sangat memadai untuk menuntaskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak sebaik mungkin.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.