Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Masalah klasik yang menghantui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa bukanlah soal kualitas produk, melainkan akses pasar yang terbatas. Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo, mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mesin penggerak ekonomi desa.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Paiman menegaskan bahwa BUMDes harus berperan aktif membantu UMKM lokal bersaing dengan produk manufaktur besar. Salah satu fokus utamanya adalah sektor kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi namun seringkali “mandek” di level pemasaran.
“UMKM di desa selama ini masih sering kesulitan mendapatkan pasar. Di sinilah peran krusial BUMDes. Dengan memanfaatkan BUMDes sebagai wadah kolektif, UMKM akan mendapatkan kesempatan luas untuk dikenal publik secara masif,” ujar Paiman saat mengunjungi UMKM “Fendy Rumah Batik” di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten.
Strategi Kolaborasi Bukan Kompetisi
Sudut pandang baru yang ditekankan adalah kolaborasi. Paiman melihat BUMDes tidak boleh berdiri sendiri atau bahkan menjadi pesaing bagi warga desa. Sebaliknya, BUMDes harus menjadi katalisator. Ketika BUMDes mampu mengelola distribusi dan pemasaran, para perajin seperti perajin batik di Gemblegan bisa fokus sepenuhnya pada inovasi dan kualitas produksi.
Menurut Paiman, jika kolaborasi ini berjalan harmonis, ekonomi perdesaan akan tumbuh secara otomatis dari bawah ke atas (bottom-up). Pertumbuhan ini sangat penting mengingat desa adalah pilar ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Mendorong Pertumbuhan UMKM Nasional
Harapan besar disematkan bagi jutaan UMKM yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Paiman mengajak seluruh aparatur desa dan pengelola BUMDes untuk lebih kreatif dalam menjemput bola. Potensi batik Klaten, misalnya, adalah aset luar biasa yang jika dikelola dengan manajemen pasar yang modern melalui BUMDes, bisa merambah pasar internasional.
“Mari kita tumbuhkan UMKM di desa-desa. Jika ekonomi desa bergerak, Indonesia akan jauh lebih kuat,” tutupnya dengan nada optimis. Melalui kunjungan ini, Kemendes PDTT berkomitmen untuk terus memantau efektivitas BUMDes dalam memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga desa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.