Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

EKBIS · 26 Agu 2023 04:51 WIB ·

Wamendes Paiman : BUMDes Harus Jadi Jembatan UMKM Desa Menembus Pasar


					 Klaten - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Paiman Raharjo menyinggahi salah satu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Batik didesa Gemblegan, kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (25/8). Foto : Nugrah S Humas Kemendesa Perbesar

Klaten - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Paiman Raharjo menyinggahi salah satu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Batik didesa Gemblegan, kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (25/8). Foto : Nugrah S Humas Kemendesa

Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Masalah klasik yang menghantui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa bukanlah soal kualitas produk, melainkan akses pasar yang terbatas. Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo, mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mesin penggerak ekonomi desa.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Paiman menegaskan bahwa BUMDes harus berperan aktif membantu UMKM lokal bersaing dengan produk manufaktur besar. Salah satu fokus utamanya adalah sektor kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi namun seringkali “mandek” di level pemasaran.

“UMKM di desa selama ini masih sering kesulitan mendapatkan pasar. Di sinilah peran krusial BUMDes. Dengan memanfaatkan BUMDes sebagai wadah kolektif, UMKM akan mendapatkan kesempatan luas untuk dikenal publik secara masif,” ujar Paiman saat mengunjungi UMKM “Fendy Rumah Batik” di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten.

Strategi Kolaborasi Bukan Kompetisi
Sudut pandang baru yang ditekankan adalah kolaborasi. Paiman melihat BUMDes tidak boleh berdiri sendiri atau bahkan menjadi pesaing bagi warga desa. Sebaliknya, BUMDes harus menjadi katalisator. Ketika BUMDes mampu mengelola distribusi dan pemasaran, para perajin seperti perajin batik di Gemblegan bisa fokus sepenuhnya pada inovasi dan kualitas produksi.

Menurut Paiman, jika kolaborasi ini berjalan harmonis, ekonomi perdesaan akan tumbuh secara otomatis dari bawah ke atas (bottom-up). Pertumbuhan ini sangat penting mengingat desa adalah pilar ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Mendorong Pertumbuhan UMKM Nasional
Harapan besar disematkan bagi jutaan UMKM yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Paiman mengajak seluruh aparatur desa dan pengelola BUMDes untuk lebih kreatif dalam menjemput bola. Potensi batik Klaten, misalnya, adalah aset luar biasa yang jika dikelola dengan manajemen pasar yang modern melalui BUMDes, bisa merambah pasar internasional.

“Mari kita tumbuhkan UMKM di desa-desa. Jika ekonomi desa bergerak, Indonesia akan jauh lebih kuat,” tutupnya dengan nada optimis. Melalui kunjungan ini, Kemendes PDTT berkomitmen untuk terus memantau efektivitas BUMDes dalam memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tambang Ilegal Sumbar Berakhir: 301 Blok Resmi Segera Terbit

21 Januari 2026 - 20:37 WIB

Gerak Cepat DELA dan Pertamina EP Amankan Jalan Tambun

21 Januari 2026 - 16:04 WIB

Sinergi PT Timah dan Desa Rias: Voli Jadi Mesin Ekonomi

21 Januari 2026 - 08:05 WIB

Beras Organik Bantaragung: Revolusi Pangan dari Kaki Gunung Ciremai

18 Januari 2026 - 13:32 WIB

OJEKWA: Gebrakan Ojek Tanpa Aplikasi dari Tulungagung Mendunia

18 Januari 2026 - 12:19 WIB

Bukan Infrastruktur, Harta Karun Desa Kini Adalah Data Akurat

15 Januari 2026 - 07:41 WIB

Trending di EKBIS