Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 2 Jul 2025 23:23 WIB ·

Mengukir Masa Depan di TK Aisyiyah Bustanul Atfal: Pentingnya Peran Orang Tua dan Dukungan Desa


					Mengukir Masa Depan di TK Aisyiyah Bustanul Atfal: Pentingnya Peran Orang Tua dan Dukungan Desa Perbesar

Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] —Rabu, 2 Juli 2025, menjadi hari yang istimewa bagi Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Atfal di Desa Pigaraja. Sebanyak 22 siswa merayakan momen pelepasan mereka, menandai berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan pendidikan. Acara ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan juga sebuah momentum untuk merefleksikan betapa krusialnya peran pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), serta harapan besar akan perhatian berkelanjutan dari orang tua dan kepedulian pemerintah desa terhadap keberadaan lembaga pendidikan nonformal ini.

Kepala Sekolah TK Aisyiyah Bustanul Atfal, Waimi Hi. Ismail Lapanji, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Ucapan terima kasih itu ditujukan kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua/wali murid, atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan hingga anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan di tingkat taman kanak-kanak. Tidak lupa, apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Pigaraja yang telah menjalin kerja sama erat dalam mendukung pendidikan taman kanak-kanak di desa tersebut hingga mencapai puncak acara pelepasan ini. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah desa menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan di tingkat paling dasar.

Pendidikan taman kanak-kanak memiliki kemanfaatan yang sangat besar dalam membentuk karakter dan potensi anak sejak dini. Di sinilah fondasi belajar, sosialisasi, dan pengembangan keterampilan motorik serta kognitif anak mulai diletakkan. Melalui berbagai aktivitas bermain sambil belajar, anak-anak diajarkan kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan pengenalan konsep dasar yang akan sangat berguna saat mereka melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu, perhatian serius dari orang tua tidak hanya sebatas mengantarkan anak ke sekolah, tetapi juga terlibat aktif dalam memantau perkembangan mereka dan mendukung program-program sekolah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pigaraja, Arisno Dewa Putu, menaruh harapan besar kepada pihak sekolah, khususnya para guru. Beliau menekankan pentingnya peran aktif guru dalam membimbing dan mengajarkan anak-anak dengan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai prosedur kurikulum yang berlaku, baik Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013 (K-13). “Pihak sekolah harus lebih banyak membangun komunikasi dengan Pemdes agar dapat mengembangkan semangat dan berperan aktif dalam dunia pendidikan,” pesan Arisno. Komunikasi yang baik ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah dan merumuskan program-program dukungan yang lebih efektif.

Lebih lanjut, Arisno Dewa Putu menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan dengan rencana pemberian bantuan berupa makanan tambahan yang akan diprogramkan dalam laporan harian atau mingguan. Program ini, menurutnya, adalah bukti nyata kolaborasi antara pihak sekolah dan kepala desa. “Ini untuk membuktikan kepada pihak Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan, bahwa tingkat kolaborasi antara pihak sekolah dan kepala desa dapat terwujud dari berbagai macam kegiatan sosial, terutama di dunia pendidikan Desa Pigaraja,” tegasnya. Inisiatif semacam ini tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang kepedulian pemerintah desa terhadap masa depan generasi penerus.
Keberadaan taman kanak-kanak, seperti TK Aisyiyah Bustanul Atfal, adalah aset berharga bagi sebuah desa. Oleh karena itu, perhatian dan kepedulian dari pemerintah desa sangat diharapkan, baik melalui alokasi dana desa untuk pendidikan, dukungan fasilitas, maupun kebijakan yang pro-pendidikan anak usia dini. Dengan sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah desa, kemanfaatan pendidikan taman kanak-kanak akan semakin optimal dalam mencetak generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kontributor/Foto: Sardin Adam

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 82 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Digitalisasi Pendidikan Sumatera Barat: Kelas IT Mulai Diuji Coba

23 Mei 2026 - 11:03 WIB

Pesantren Pringsewu Kini Tangguh Hadapi Risiko Mitigasi Bencana

23 Mei 2026 - 09:01 WIB

Bekas Gudang Pakan Sapi Jadi Ruang Belajar Desa

22 Mei 2026 - 18:13 WIB

Benteng Pendem Ambarawa Jadi Laboratorium Mitigasi Bencana Digital

19 Mei 2026 - 21:24 WIB

Investasi Gizi Anak Jaar Demi Masa Depan Barito Timur

18 Mei 2026 - 19:38 WIB

Siasat Asrama Mahyeldi: Solusi Adil Pendidikan Anak Desa

17 Mei 2026 - 01:33 WIB

Trending di PENDIDIKAN