Magetan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Era warga desa harus “mengemis” waktu untuk sekadar mengurus surat di balai desa telah berakhir di Desa Panggung, Kabupaten Magetan. Melalui inovasi bertajuk PAK WAWA (Pelayanan Administrasi Kependudukan lewat WA), Pemerintah Desa Panggung resmi memangkas jalur birokrasi yang selama ini dianggap lambat dan tidak efisien.
Kepala Desa Panggung, Wiwik Widiastuti, menegaskan bahwa kecepatan pelayanan adalah kunci utama kepuasan warga. “Masyarakat cukup mengirim data melalui WhatsApp. Setelah surat selesai diproses operator, mereka tinggal datang untuk mengambilnya. Ini jauh lebih hemat waktu dan biaya,” ungkapnya dalam penilaian lomba desa tingkat Kabupaten Magetan, Senin (6/4/2026).
Digitalisasi yang Membumi
Inovasi ini lahir dari pengamatan realistis terhadap kebutuhan 2.546 jiwa penduduk Desa Panggung. Tidak perlu aplikasi rumit yang membingungkan orang tua; WhatsApp dipilih karena hampir semua lapisan masyarakat sudah akrab dengan platform tersebut. Pelayanan ini juga menjadi penyelamat bagi warga yang sedang berada di luar kota namun mendesak membutuhkan dokumen kependudukan.
Bukan hanya soal surat-menyurat, digitalisasi ini selaras dengan visi misi desa untuk mewujudkan tata kelola yang partisipatif. Dengan transparansi melalui media sosial dan website desa, setiap rupiah dari anggaran senilai Rp2,23 miliar di tahun 2025 dilaporkan secara terbuka kepada publik melalui baliho dan kanal digital.
Mandiri Finansial Lewat BUM Desa
Sejalan dengan efisiensi birokrasi, Desa Panggung juga menunjukkan tajinya di sektor ekonomi. Melalui ketahanan pangan yang dikelola oleh BUM Desa, unit usaha kandang ayam pedaging sukses menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp10 hingga Rp12 juta hanya dalam satu musim panen.
Prestasi ini membuktikan bahwa desa tidak harus selalu bergantung pada kucuran dana pusat. Dengan mengombinasikan layanan publik yang cepat (PAK WAWA) dan manajemen aset yang produktif, Desa Panggung kini menjadi standar baru bagi desa-desa lain di Magetan dalam hal kemandirian dan pelayanan prima.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.