Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 28 Feb 2026 15:52 WIB ·

UNSAM Pulihkan Spiritualitas Warga Manyak Payed Pascabanjir Besar


					Tim Pengabdian Kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan distribusi perangkat ibadah bagi masyarakat terdampak di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Ist) Perbesar

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan distribusi perangkat ibadah bagi masyarakat terdampak di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Ist)

Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] Pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang kini menyasar aspek yang sering terlupakan: kebutuhan batiniah. Tim Pengabdian Universitas Samudra (UNSAM) meluncurkan aksi tanggap bencana dengan mendistribusikan perangkat ibadah baru bagi warga Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, yang kehilangan perlengkapan salat akibat terendam lumpur, Senin (2/3/2026).

Langkah ini diambil setelah identifikasi lapangan menunjukkan banyak Al-Qur’an, mukena, sarung, hingga sajadah di rumah ibadah maupun rumah warga mengalami kerusakan parah. Melalui pendanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Bencana 2026, UNSAM hadir untuk memastikan warga tetap bisa beribadah dengan layak di tengah masa sulit.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Bencana Tahun 2026 yang didanai oleh Universitas Samudra (UNSAM) sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat yang terdampak bencana. (Foto: Ist)

Menyembuhkan Trauma Lewat Ibadah
Ketua Tim Pengabdian, Ainul Mardiyah, SP, MP, menegaskan bahwa bencana banjir tidak hanya menghancurkan fisik dan ekonomi, tetapi juga mengguncang ketahanan mental. Dengan menggandeng anggota tim Muhammad Ichsanul Musyaffa, Zikra Rahmayani, dan Halimatus Sakdiah, bantuan difokuskan untuk mengembalikan kenyamanan spiritual warga.

“Kebutuhan spiritual adalah fondasi kekuatan warga untuk bangkit. Kami berharap bantuan perangkat ibadah ini menjadi penyemangat agar masyarakat kembali pulih secara utuh,” ujar Ainul Mardiyah.

Sinergi Akademisi dan Aparatur Desa
Distribusi bantuan dilakukan dengan pengawasan ketat dari aparatur desa setempat untuk menjamin ketepatan sasaran. Aksi nyata ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang didesain untuk memperkuat ketahanan sosial pascabencana.

Antusiasme warga Tualang Baro menunjukkan bahwa kebutuhan akan alat ibadah baru sangat mendesak. Sinergi antara dunia kampus dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut, tidak hanya saat masa darurat, tetapi juga dalam program pemberdayaan dan mitigasi bencana jangka panjang di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Menjaga Denyut Toyomarto: Monev APBDesa sebagai Kompas Menuju RKP 2027

7 Juli 2026 - 13:16 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Dari Tanah Ulayat Menuju Piala Gubernur: Kisah Inspiratif Simalanggang

30 Juni 2026 - 09:11 WIB

Trending di RAGAM