Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] – Pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang kini menyasar aspek yang sering terlupakan: kebutuhan batiniah. Tim Pengabdian Universitas Samudra (UNSAM) meluncurkan aksi tanggap bencana dengan mendistribusikan perangkat ibadah baru bagi warga Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, yang kehilangan perlengkapan salat akibat terendam lumpur, Senin (2/3/2026).
Langkah ini diambil setelah identifikasi lapangan menunjukkan banyak Al-Qur’an, mukena, sarung, hingga sajadah di rumah ibadah maupun rumah warga mengalami kerusakan parah. Melalui pendanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Bencana 2026, UNSAM hadir untuk memastikan warga tetap bisa beribadah dengan layak di tengah masa sulit.

Menyembuhkan Trauma Lewat Ibadah
Ketua Tim Pengabdian, Ainul Mardiyah, SP, MP, menegaskan bahwa bencana banjir tidak hanya menghancurkan fisik dan ekonomi, tetapi juga mengguncang ketahanan mental. Dengan menggandeng anggota tim Muhammad Ichsanul Musyaffa, Zikra Rahmayani, dan Halimatus Sakdiah, bantuan difokuskan untuk mengembalikan kenyamanan spiritual warga.
“Kebutuhan spiritual adalah fondasi kekuatan warga untuk bangkit. Kami berharap bantuan perangkat ibadah ini menjadi penyemangat agar masyarakat kembali pulih secara utuh,” ujar Ainul Mardiyah.
Sinergi Akademisi dan Aparatur Desa
Distribusi bantuan dilakukan dengan pengawasan ketat dari aparatur desa setempat untuk menjamin ketepatan sasaran. Aksi nyata ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang didesain untuk memperkuat ketahanan sosial pascabencana.
Antusiasme warga Tualang Baro menunjukkan bahwa kebutuhan akan alat ibadah baru sangat mendesak. Sinergi antara dunia kampus dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut, tidak hanya saat masa darurat, tetapi juga dalam program pemberdayaan dan mitigasi bencana jangka panjang di masa depan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.