Memulai Kebiasaan Santun Sejak Dini
Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 13 sukses menanamkan nilai kesantunan berbahasa sejak dini kepada anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Dusun Canggal, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Melalui program kerja bertema “Santun dalam Ucapan, Ceria dalam Permainan: Empat Kata Ajaib,” para mahasiswa memanfaatkan pendekatan kreatif dan edukatif, salah satunya dengan menghadirkan puzzle interaktif dari kardus bekas.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini bertujuan membentuk karakter anak yang santun dan saling menghormati. Empat kata kunci utama yang diperkenalkan adalah “permisi,” “tolong,” “maaf,” dan “terima kasih.” Mahasiswa menyajikan informasi penting ini di awal sesi setelah memperkenalkan diri dan menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak.

Belajar Empat Kata Ajaib Lewat Puzzle Kardus
Dalam upaya menarik perhatian dan membuat pembelajaran lebih bermakna, mahasiswa KKN UNNES berinovasi dengan membuat puzzle Empat Kata Ajaib yang terbuat dari bahan daur ulang, yaitu kardus bekas. Potongan-potongan puzzle tersebut dihias dengan warna-warna mencolok dan ceria.
Pendekatan ini terbukti efektif. Anak-anak TPA Canggal menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka saling berebut untuk menyelesaikan susunan puzzle tersebut, menjadikan momen ini salah satu bagian paling meriah dalam keseluruhan kegiatan. Inisiatif ini tidak hanya mengajarkan kesantunan, tetapi juga memicu kerja sama tim dan ketangkasan anak.

Simulasi Percakapan dan Yel-yel Semangat
Setelah sesi perkenalan dan pengenalan puzzle, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan simulasi percakapan. Anak-anak diajak mempraktikkan penggunaan empat kata ajaib tersebut dalam situasi sehari-hari yang sederhana, seperti ketika meminjam barang teman atau saat meminta bantuan kepada guru.
Anak-anak terlihat sangat aktif dan bersemangat. Mereka tak hanya bekerja sama dalam menyusun puzzle, tetapi juga berlomba menjawab pertanyaan dari mahasiswa. Tawa dan sorak ceria memenuhi ruang TPA. Aktivitas simulasi ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman anak dan membiasakan mereka menggunakan kata-kata sopan secara otomatis dalam interaksi harian.
Di akhir sesi, untuk menutup kegiatan dengan semangat, mahasiswa dan anak-anak bersama-sama meneriakkan yel-yel: “Kata ajaib! Sopan dan hebat!” Suara lantang yel-yel tersebut menggema, menandakan akhir dari kegiatan edukatif yang penuh makna tersebut.
Mahasiswa berharap program ini tidak berhenti di TPA saja, melainkan dapat menumbuhkan kebiasaan saling menghormati yang berkelanjutan di lingkungan bermain dan rumah anak-anak. Harapan tersebut telah disampaikan kepada para pengajar TPA agar pembiasaan penggunaan empat kata ajaib ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari aktivitas rutin harian anak-anak TPA Canggal. Kegiatan KKN ini menunjukkan komitmen mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan karakter generasi muda di desa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.