Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 13 Nov 2025 11:55 WIB ·

Universitas Andalas Dorong UMKM, Kemasan Keren Jadi Pintu Masuk Konsumen


					Narasumber Muhammad Irfan Mursyidin (Memen) dalam Webinar Universitas Andalas Dorong UMKM, Kemasan Keren Jadi Pintu Masuk Konsumen, Kamis (13/11/2025) melalui platform Zoom Meeting. Perbesar

Narasumber Muhammad Irfan Mursyidin (Memen) dalam Webinar Universitas Andalas Dorong UMKM, Kemasan Keren Jadi Pintu Masuk Konsumen, Kamis (13/11/2025) melalui platform Zoom Meeting.

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand) memperkuat komitmennya dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Mitra Pengabdian melalui pelatihan terfokus. Upaya nyata ini diwujudkan dengan menyelenggarakan Webinar Pelatihan Desain Industri Untuk UMKM bertajuk “Kemasan Keren, Omzet Naik” pada Kamis, 13 November 2025. Acara daring yang diselenggarakan melalui Zoom Meeting ini bertujuan spesifik untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas pelaku UMKM dalam memilih material serta menerapkan teknik desain yang menarik bagi produk mereka.

Pelatihan ini secara khusus menyasar Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP), Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan (TKML), dan Mitra Pengabdian Unand. Tujuannya adalah memastikan setiap produk lokal memiliki daya saing visual yang tinggi.

Dukungan Berkelanjutan untuk Kemandirian Ekonomi
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Marzuki. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal yang sangat penting dan strategis bagi perkembangan UMKM di wilayah tersebut.

“Pelatihan yang diselenggarakan kali ini adalah awal yang krusial bagi UMKM untuk berkembang, karena akan dilanjutkan dengan serangkaian pelatihan berikutnya yang saling berhubungan dan mendukung,” ujar Prof. Marzuki, menggarisbawahi adanya program pembinaan yang berkelanjutan dari LPPM Unand. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kampus tidak hanya memberikan pengetahuan sesaat, tetapi juga membangun ekosistem pendukung jangka panjang.

Peserta Webinar Universitas Andalas Dorong UMKM, Kemasan Keren Jadi Pintu Masuk Konsumen

Webinar Desain Kemasan Unand ini menghadirkan narasumber tunggal yang ahli di bidangnya, Muhammad Irfan Mursyidin, atau akrab disapa Memen. Ia merupakan Manajer Creative dan Digital PT. Azzwars Wangi Abadi (Azwar Parfume). Memen ditemani oleh Wenny Surya Murtius yang bertindak sebagai moderator, memastikan diskusi berjalan interaktif dan tepat sasaran.

Kemasan: Pintu Masuk Konsumen dan Penentu Keputusan Beli
Dalam paparannya, Memen menekankan bahwa kemasan memiliki peran yang sangat krusial, meski sering kali diabaikan oleh banyak pelaku usaha mikro. Ia menyebut, daya tarik visual kemasan adalah penentu pertama keputusan pembelian konsumen di rak toko.

“Kemasan berfungsi sebagai pintu masuk calon konsumen sebelum mereka memutuskan membawa produk kamu ke kasir, atau malah menaruhnya kembali ke rak,” tegas Memen, menjelaskan bahwa kemasan keren bukan hanya estetika, tetapi strategi bisnis yang vital.

Untuk memberikan panduan praktis kepada peserta, Memen menjabarkan enam fungsi utama kemasan yang harus dipahami dan diimplementasikan oleh setiap pelaku UMKM. Fungsi-fungsi tersebut meliputi: Melindungi Produk dari kontaminasi sekaligus memastikan keamanan konsumsi; Membedakan Produk agar menonjol dari produk kompetitor; Membuat Produk Terjual/Terpilih di tengah persaingan; Membangun Kepercayaan konsumen terhadap kualitas; Membentuk Persepsi (misalnya, persepsi harga premium atau eksklusif); dan yang terakhir, sebagai Media Komunikasi untuk menyampaikan informasi penting produk.

Memen juga memberikan nasihat strategis terkait pemasaran. Menurutnya, kesalahan umum UMKM adalah mencoba menjual produk ke semua orang. “Tidak ada produk di dunia ini yang bisa dijual ke semua orang. Kalian harus punya target pasar yang spesifik,” sarannya. Penentuan target pasar yang spesifik ini sangat penting, karena akan memandu proses produksi dan menentukan desain kemasan yang paling tepat sasaran dan efektif mendongkrak omzet penjualan.

Partisipasi aktif dari Tenaga Kerja Mandiri Pemula dan Lanjutan, serta Mitra Pengabdian Unand, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap upaya peningkatan kualitas produk lokal. Pelatihan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan sehingga berdampak langsung pada peningkatan omzet dan kemandirian ekonomi pelaku UMKM.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 117 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BOM Run 2026,Dorong Sport Tourism dan Berdampak Kepada Peningkatan UMKM dan Ekonomi Masyarakat

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

Trending di RAGAM