Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 6 Okt 2026 21:37 WIB ·

Ikatan Batin Tak Pernah Putus, Perantau Solok Saiyo Sakato ( S3 )Turun Langsung Bantu Korban Galodo Solok


					Ikatan Batin Tak Pernah Putus, Perantau Solok Saiyo Sakato ( S3 )Turun Langsung Bantu Korban Galodo Solok Perbesar

SOLOK,Sumatera Barat ( DESA MERDEKA),–Organisasi perantau Solok Saiyo Sakato (S3) bergerak cepat menunjukkan kepedulian nyata terhadap kampung halaman. Ketua Umum DPP S3, Drs. H. Nurfirman Wansyah, MM, Apt., turun langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang menjadi korban bencana banjir bandang (galodo) di Kabupaten Solok pada Selasa (6/10/2026).

Bantuan kemanusiaan berupa 40 paket sembako serta 5 bal selimut tersebut diterima langsung oleh para korban di lokasi terdampak bencana. Aksi kemanusiaan ini turut didampingi oleh Wakil Bupati Solok Candra, Sekretaris Umum S3 drg. Afando Ekardo, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Khairul, S.Sos, serta Kepala Jorong setempat. Kehadiran seluruh unsur ini memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Usai menyerahkan bantuan secara simbolis dan berdialog dengan warga, rombongan DPP S3 bersama Wakil Bupati Candra dan jajaran terkait segera bertolak melakukan peninjauan langsung ke salah satu titik terparah akibat hantaman galodo, yakni di pusat area perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka. Di sana, rombongan melihat sisa-sisa material lumpur dan kerusakan infrastruktur pelayanan publik yang sedang dalam masa pembersihan intensif.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP S3 Nurfirman Wansyah menyampaikan bahwa aksi ini merupakan perwujudan pesan utama mengenai pentingnya sinergi antara ranah (pemerintah dan masyarakat di kampung halaman) dan rantau (para perantau Solok). Aksi sosial serta kunjungan lapangan ini menjadi wujud nyata kebersamaan perantau untuk mempercepat pemulihan serta meringankan beban saudara-saudara mereka yang sedang tertimpa musibah di Kabupaten Solok.

Wakil Bupati Solok, Candra, memberikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh keluarga besar perantau S3. Menurutnya, kolaborasi ini sangat memperkuat penanganan dampak bencana yang sedang berjalan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian, perhatian, dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kita yang saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit dan sangat membutuhkan uluran tangan pascabencana. Semoga sinergi, semangat gotong royong, dan kebersamaan ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses penanganan serta pemulihan di lapangan,” ujar Wakil Bupati Candra.

Apresiasi senada juga diutarakan oleh Wali Nagari setempat. Pihaknya menilai kehadiran para pengurus perantau di tengah masa sulit ini menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi pemerintahan di tingkat bawah dan masyarakat.
“Kami atas nama pemerintah nagari dan seluruh masyarakat mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga kepada sanak saudara kami dari perantau S3. Kepedulian yang ditunjukkan oleh DPP S3 ini membuktikan bahwa ikatan batin antara ranah dan rantau tidak pernah putus, terutama di saat kami sedang diuji oleh bencana galodo ini.

Bantuan logistik yang diantarkan langsung ini akan segera kami distribusikan melalui perangkat jorong agar tepat sasaran dan langsung meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok harian warga,” sebut Wali Nagari.

Ungkapan rasa syukur yang mendalam juga datang dari salah seorang warga penerima bantuan yang saat ini masih bertahan di posko pengungsian akibat kehilangan tempat tinggal.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak-Bapak dari perantau S3 dan Pemerintah Daerah yang telah datang langsung melihat kondisi kami. Bantuan ini sangat berarti untuk menyambung hidup kami di pengungsian, karena saat ini kami tidak punya apa-apa lagi setelah harta benda habis dihantam galodo. Kepedulian dari para perantau ini membuat kami merasa tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini,” tuturnya dengan haru.

Penyaluran bantuan langsung dan peninjauan berkala dari berbagai pihak ini diharapkan dapat menutup kebutuhan mendesak warga, terutama mengingat masa tanggap darurat bencana galodo di Kabupaten Solok masih berjalan demi memaksimalkan pemulihan fisik serta psikologis masyarakat pascabencana. ( H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM