KKN UNNES Ajarkan Olahan Ubi Ungu Bernilai Gizi Tinggi untuk Cegah Stunting
Batang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui program UNNES GIAT 13 sukses menggelar sosialisasi inovatif mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal. Bertempat di Balai Desa Gunung Tumpeng pada 14 Oktober 2025, kegiatan ini fokus pada optimalisasi potensi ubi ungu menjadi puding sehat bernilai gizi tinggi sebagai upaya strategis pencegahan stunting di tingkat keluarga.
Sosialisasi yang merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES dan Pemerintah Desa Gunung Tumpeng ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya pangan yang mudah didapat menjadi sajian bergizi. Langkah ini diharapkan menjadi alternatif solusi dalam menyediakan asupan gizi seimbang bagi anak-anak tanpa harus bergantung pada makanan pabrikan.

Solusi Gizi Lokal Berbasis Ubi Ungu
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari berbagai elemen masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, kader Posyandu, dan warga yang peduli terhadap isu gizi anak. Narasumber kegiatan, Najwa Azka Yasya Oetoro, menjelaskan bahwa ubi ungu merupakan bahan pangan lokal dengan keunggulan gizi yang tinggi dan mudah diakses, menjadikannya pilihan ideal untuk camilan sehat anak.
“Ubi ungu sangat mudah ditemukan di sekitar kita, harganya pun terjangkau. Dengan pengolahan yang sederhana, misalnya dijadikan puding, anak-anak dapat memperoleh asupan gizi yang baik,” ujar Najwa di hadapan para peserta.
Najwa menambahkan, kandungan nutrisi yang lengkap pada ubi ungu, terutama serat, antioksidan, dan vitamin, menjadikannya bukan sekadar camilan, melainkan makanan fungsional yang dapat mendukung tumbuh kembang optimal anak. Konsumsi bahan pangan lokal ini dinilai efektif dalam melengkapi kebutuhan mikronutrien yang krusial untuk mencegah kekurangan gizi penyebab stunting.
Praktik Pembuatan Puding dan Diskusi Interaktif
Selama sosialisasi, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teoritis. Mereka juga dibimbing mengenai langkah-langkah praktis dalam pembuatan puding ubi ungu yang sederhana, ekonomis, namun tetap lezat dan bergizi. Sesi ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang memungkinkan peserta berbagi pengalaman serta ide-ide kreatif mereka dalam mengembangkan olahan ubi ungu lainnya sebagai menu sehat keluarga sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya mereka mengajukan pertanyaan dan berbagi tips praktis dalam mengolah bahan lokal. Inisiatif ini menegaskan kesadaran masyarakat bahwa upaya perbaikan gizi dan pencegahan stunting harus dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga.
“Harapan kami, melalui kegiatan KKN ini, masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari dapur mereka sendiri. Pemanfaatan bahan lokal yang terjangkau adalah kunci untuk menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak,” tutup Najwa.
Melalui sinergi program “Bersama UNNES GIAT, membangun Indonesia dari Desa,” kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat Desa Gunung Tumpeng dalam mengolah bahan pangan lokal, serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan status gizi dan kesehatan anak di lingkungan desa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.