Lembata, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Dua ratusan turis asing turun dari kapal pesiar mewah MV Coral Geographer, langsung disambut riuh upacara adat di pesisir Pantai Lamalera, Kabupaten Lembata, NTT. Kehadiran mereka bukan sekadar pelesiran, melainkan simbol runtuhnya masa-masa sulit ekonomi warga desa nelayan tradisional ini setelah sempat mati suri dihantam pandemi COVID-19.
Kapal berbendera Australia yang berlayar dari Pelabuhan Ippi, Ende, tersebut merapat membawa 120 wisatawan. Menurut Kasat Polairud Polres Lembata, IPTU Suyitno Soloilur, sebanyak 114 penumpang dan 6 pendamping turun menikmati keunikan desa, sementara 13 orang lainnya memilih tetap berada di atas kapal.
Begitu kaki mereka menyentuh pasir pantai, para turis langsung disuguhi pemandangan deretan pledang—perahu kayu tradisional yang digunakan warga lokal untuk berburu paus. Tidak berhenti di situ, geliat ekonomi langsung berputar saat para pelancong mulai berkeliling memborong hasil kerajinan tangan dan mencicipi kuliner lokal buatan mama-mama desa.
Dampak Sektor Wisata: Geliat pariwisata ini menjadi angin segar bagi pendapatan riil masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sektor barter pangan dan hasil laut.
Kepala Desa Lamalera B, Matheus Gilo Bataona, membenarkan bahwa kunjungan pelancong, baik domestik maupun mancanegara, kini mulai melonjak secara berkelompok. Momentum ini tidak disia-siakan oleh pemerintah desa.
“Kami hidupkan lagi usaha ekonomi kreatif melalui kelompok-kelompok agar siap menerima tamu,” ujar Matheus.
Revitalisasi kelompok usaha ini sengaja difokuskan pada penjualan pangan lokal dan suvenir khas demi memastikan uang dari kantong turis mengalir langsung ke dapur warga desa.
Meskipun magnet tradisi berburu paus Lamalera sangat kuat di mata dunia, tantangan besar masih mengadang di jalur darat. Akses transportasi menuju desa ini terkenal berat akibat kondisi jalan yang rusak parah.
Merespons keluhan tersebut, Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, saat menghadiri Festival Leva Alep memberikan angin segar. Pemerintah daerah berjanji akan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membenahi infrastruktur jalan darat menuju Lamalera.
Langkah perbaikan ini diharapkan mampu memastikan perjalanan yang aman bagi wisatawan, sekaligus memperlancar distribusi hasil ekonomi kreatif desa Lamalera ke luar daerah. Setelah singgah dan menggerakkan ekonomi Lamalera, kapal pesiar MV Coral Geographer melanjutkan pelayarannya menuju Pelabuhan Tenau, Kupang.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.