Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

JALAN JAJAN · 26 Apr 2023 16:43 WIB ·

Turis Kapal Pesiar Dongkrak Ekonomi Kreatif Desa Lamalera


					Turis Kapal Pesiar Dongkrak Ekonomi Kreatif Desa Lamalera Perbesar

Lembata, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Dua ratusan turis asing turun dari kapal pesiar mewah MV Coral Geographer, langsung disambut riuh upacara adat di pesisir Pantai Lamalera, Kabupaten Lembata, NTT. Kehadiran mereka bukan sekadar pelesiran, melainkan simbol runtuhnya masa-masa sulit ekonomi warga desa nelayan tradisional ini setelah sempat mati suri dihantam pandemi COVID-19.

Kapal berbendera Australia yang berlayar dari Pelabuhan Ippi, Ende, tersebut merapat membawa 120 wisatawan. Menurut Kasat Polairud Polres Lembata, IPTU Suyitno Soloilur, sebanyak 114 penumpang dan 6 pendamping turun menikmati keunikan desa, sementara 13 orang lainnya memilih tetap berada di atas kapal.

Begitu kaki mereka menyentuh pasir pantai, para turis langsung disuguhi pemandangan deretan pledang—perahu kayu tradisional yang digunakan warga lokal untuk berburu paus. Tidak berhenti di situ, geliat ekonomi langsung berputar saat para pelancong mulai berkeliling memborong hasil kerajinan tangan dan mencicipi kuliner lokal buatan mama-mama desa.

Dampak Sektor Wisata: Geliat pariwisata ini menjadi angin segar bagi pendapatan riil masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sektor barter pangan dan hasil laut.

Kepala Desa Lamalera B, Matheus Gilo Bataona, membenarkan bahwa kunjungan pelancong, baik domestik maupun mancanegara, kini mulai melonjak secara berkelompok. Momentum ini tidak disia-siakan oleh pemerintah desa.

“Kami hidupkan lagi usaha ekonomi kreatif melalui kelompok-kelompok agar siap menerima tamu,” ujar Matheus.

Revitalisasi kelompok usaha ini sengaja difokuskan pada penjualan pangan lokal dan suvenir khas demi memastikan uang dari kantong turis mengalir langsung ke dapur warga desa.

Meskipun magnet tradisi berburu paus Lamalera sangat kuat di mata dunia, tantangan besar masih mengadang di jalur darat. Akses transportasi menuju desa ini terkenal berat akibat kondisi jalan yang rusak parah.

Merespons keluhan tersebut, Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, saat menghadiri Festival Leva Alep memberikan angin segar. Pemerintah daerah berjanji akan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membenahi infrastruktur jalan darat menuju Lamalera.

Langkah perbaikan ini diharapkan mampu memastikan perjalanan yang aman bagi wisatawan, sekaligus memperlancar distribusi hasil ekonomi kreatif desa Lamalera ke luar daerah. Setelah singgah dan menggerakkan ekonomi Lamalera, kapal pesiar MV Coral Geographer melanjutkan pelayarannya menuju Pelabuhan Tenau, Kupang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Trending di JALAN JAJAN