Tulungagung, Jawa Timur, [DESA MERDEKA ] – Gema doa dalam ritual Grebeg Suro di Desa Boyolangu dan kemeriahan Larung Sembonyo di Pantai Popoh, Desa Besole, menjadi bukti betapa sakralnya Bulan Suro bagi masyarakat Tulungagung. Namun, di balik kemegahan warisan leluhur ini, pemerintah daerah kini bersiaga. Peningkatan angka kecelakaan lalu lintas hingga 15 persen di awal 2026 menjadi sinyal nyata bahwa kepadatan massa saat tradisi berlangsung membutuhkan strategi pengamanan yang tidak main-main.
Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa perlindungan warga harus dimulai dari hulu. Dalam rapat koordinasi lintas sektor di Mapolres Tulungagung, Kamis (11/6/2026), ia menekankan pentingnya pendekatan humanis yang berbasis pada kearifan lokal. “Setiap kegiatan massa di desa memiliki potensi kerawanan. Kita harus memastikan stabilitas di akar rumput tetap terjaga,” ujar Baharudin. Sinergi ini melibatkan elemen kunci: tokoh lintas agama hingga pimpinan perguruan silat, yang diminta menjadi teladan bagi warganya.
Secara geografis, kerawanan ini menyebar di berbagai titik episentrum budaya, mulai dari Pagerwojo, Campurdarat, hingga Kalidawir. Strategi yang disiapkan pun matang: Dinas Perhubungan mengatur rekayasa lalu lintas, BPBD bersiaga menghadapi risiko bencana, dan Dinas Kesehatan menempatkan posko medis di titik-titik keramaian seperti area Pantai Popoh dan sekitar Sendang Kalimati yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung signifikan. Langkah ini bukan sekadar upaya administratif, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah denyut nadi budaya desa.
Untuk mengantisipasi kemacetan, jalur menuju arah Pantai Popoh dan kawasan wisata Pagerwojo akan diberlakukan sistem buka-tutup terbatas saat puncak ritual. Bagi warga Tulungagung, Malam Suro bukan untuk dikhawatirkan, melainkan untuk dirayakan dengan khidmat. Dengan pendekatan kolektif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di desa, pesta budaya tahun ini diharapkan menjadi momentum penguat tali persaudaraan. Keamanan yang tercipta di level akar rumput akan memastikan warisan leluhur tetap lestari tanpa harus mengorbankan ketentraman masyarakat. Tulungagung membuktikan bahwa stabilitas desa adalah kunci utama dalam menjaga keberlangsungan tradisi di tengah modernitas.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.