Probolinggo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Penghargaan hanyalah angka di atas kertas jika infrastruktur desa masih luluh lantak diterjang bencana. Pesan reflektif ini ditegaskan dalam pertemuan strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama seluruh kepala desa di Auditorium Madakaripura, Jum’at (13/3/2026). Momentum Ramadhan kali ini bukan sekadar ajang buka puasa bersama, melainkan titik balik untuk mengubah wajah desa menjadi entitas yang inovatif, transparan, dan tahan banting.
Tahun pertama kepemimpinan dr. Mohammad Haris diwarnai dengan raihan 37 penghargaan dari tingkat regional hingga internasional. Namun, Bupati Haris menekankan bahwa prestasi tersebut harus berbanding lurus dengan ketangguhan desa dalam menghadapi tantangan nyata, terutama cuaca ekstrem dan kerusakan infrastruktur.

Era Baru Transparansi: Siskeudes Link dan Non-Tunai
Salah satu lompatan besar yang didorong dalam sinergi ini adalah digitalisasi tata kelola keuangan desa. Pengelolaan Dana Desa kini tidak lagi bisa dilakukan secara konvensional. Penerapan transaksi non-tunai melalui Siskeudes Link menjadi harga mati untuk mewujudkan pemerintahan desa yang akuntabel.
“Moralitas dan integritas aparatur harus selaras dengan kemajuan teknologi. Transparansi melalui transaksi non-tunai adalah kunci agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Bupati Haris di hadapan para camat dan kepala desa se-Kabupaten Probolinggo.

Sensus Ekonomi 2026: Menakar Kekuatan UMKM
Selaras dengan penguatan tata kelola, Kabupaten Probolinggo tengah bersiap menghadapi Sensus Ekonomi Nasional 2026 pada Mei mendatang. Data sementara menunjukkan tren positif bagi ekonomi kerakyatan. Jika pada 2016 terdapat 124.461 unit usaha, angka ini diprediksi melonjak hingga lebih dari 126.972 unit pada awal 2025.
Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti, menyebutkan bahwa hasil sensus ini akan menjadi kompas bagi kebijakan daerah. Dengan pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,34 persen, pemerintah daerah dituntut berada di garis depan untuk memastikan pertumbuhan tersebut merata hingga ke sektor ekonomi kreatif di tingkat desa.

Sinergi di Tengah Tantangan Alam
Di balik optimisme data ekonomi, kewaspadaan terhadap bencana alam tetap menjadi prioritas. Sinergitas antara pemerintah desa, kecamatan, dan daerah harus semakin solid untuk menjaga kondusivitas wilayah. Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo, Munaris, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah mesin utama yang akan menggerakkan desa-desa agar lebih berdaya saing di masa depan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.