Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 5 Des 2025 15:09 WIB ·

Tragis! Desa Sekumur Aceh Tamiang Lenyap Dihantam Banjir Bandang


					Tragis! Desa Sekumur Aceh Tamiang Lenyap Dihantam Banjir Bandang Perbesar

Desa Sekumur Aceh Tamiang Hilang Ditelan Banjir Bandang, 1.234 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Aceh Tamiang, Aceh [DESA MERDEKA] Bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada Rabu, 26 November 2025, telah menimbulkan dampak tragis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seluruh pemukiman di Desa Sekumur, Kecamatan Sekarak, dilaporkan hilang lenyap setelah tersapu arus deras dengan ketinggian ekstrem. Desa yang dihuni oleh 280 kepala keluarga (KK) atau 1.234 jiwa tersebut kini rata dengan tanah.

Informasi mengenai hilangnya Desa Sekumur disampaikan oleh Hendra, seorang warga setempat sekaligus pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tamiang, pada Jumat (5/12/2025). Ia menyebut, ketinggian banjir bandang di lokasi diperkirakan mencapai 7 hingga 10 meter, menyebabkan seluruh rumah warga terseret arus dalam waktu yang sangat singkat.

“Sebanyak 280 rumah hilang terbawa banjir. Desa Sekumur benar-benar lenyap, tidak ada yang tersisa,” kata Hendra, menggambarkan tingkat kehancuran total yang dialami desa tersebut.

Pengungsi Krisis Logistik, Akses Terputus
Selain Desa Sekumur, banjir bandang yang menerjang wilayah ini telah merusak ribuan rumah lain di berbagai kecamatan dan menyebabkan korban jiwa serta warga hilang. Total bencana ini memaksa 206.903 jiwa dari 51.726 KK mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Namun, kondisi di lokasi pengungsian semakin memprihatinkan. Minimnya pasokan logistik dasar, termasuk makanan, air bersih, dan obat-obatan, menyebabkan para pengungsi mulai terserang penyakit dan kelaparan. Situasi darurat ini diperparah dengan terputusnya sejumlah akses transportasi utama, yang secara drastis menghambat distribusi bantuan kemanusiaan ke titik-titik pengungsian.

Melihat kondisi yang mendesak ini, Hendra mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera mengambil tindakan cepat dan terkoordinasi. Bantuan logistik dan medis harus segera diprioritaskan untuk menghindari potensi korban jiwa tambahan yang disebabkan oleh lambannya penanganan pascabencana.

Bencana alam di Aceh Tamiang ini telah melumpuhkan aktivitas dan infrastruktur daerah, menjadikannya salah satu bencana banjir bandang paling merusak yang pernah dialami wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan ketersediaan kebutuhan dasar bagi ribuan warga yang kini kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Trending di SOSBUD