Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 15 Mar 2026 09:39 WIB ·

Tradisi Geren Masal: Sinergi Doa dan Kebersihan Makam Jabalsari


					Tradisi Geren Masal: Sinergi Doa dan Kebersihan Makam Jabalsari Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Warga Desa Jabalsari mengubah wajah pemakaman umum menjadi lautan doa lewat tradisi “Geren Masal” atau ziarah kubur kolektif. Agenda rutin menjelang Idulfitri ini bukan sekadar ritual kirim doa, melainkan strategi jitu Pemerintah Desa (Pemdes) dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dalam merawat kerukunan warga sekaligus menjaga keasrian lingkungan makam.

Agenda yang dimulai pukul 07.00 WIB ini menampilkan pemandangan khas: ratusan warga berpakaian putih memadati area makam dengan khidmat. Fokus utama kegiatan ini adalah menyatukan energi spiritual seluruh dusun untuk mendoakan para leluhur dalam satu majelis besar.

Lebih dari Sekadar Ziarah
Keunikan Geren Masal di Jabalsari terletak pada persiapannya. Beberapa hari sebelum puncak acara, Pemdes menggerakkan warga untuk aksi bersih-bersih makam secara gotong royong. Langkah ini dilakukan untuk memastikan area pemakaman tidak hanya sakral, tetapi juga bersih dan nyaman bagi para peziarah.

Kaur Kesra Desa Jabalsari, Moch. Zainuri, S.HI., menegaskan bahwa sinergi antara umaro (pemerintah) dan ulama ini adalah kunci stabilitas sosial desa. Dengan berziarah bersama, sekat antarwarga luruh dalam gema tahlil dan istigasah yang dipimpin oleh jajaran Syuriah Ranting NU.

Rangkaian Ritual dan Warisan Spiritual
Kegiatan berlangsung dengan alur yang tertata, dimulai dari tawassul, pembacaan Yasin, hingga puncaknya pada doa tahlil masal. Tradisi ini menjadi sarana “pengingat” kolektif akan akhirat, sekaligus menjadi benteng nilai spiritual bagi generasi muda Desa Jabalsari.

Tokoh agama setempat, Kiai Daroini, berharap tradisi ini tetap lestari di tengah gempuran zaman. Geren Masal membuktikan bahwa makam desa bisa menjadi titik temu yang mempererat silaturahmi, memupuk semangat gotong royong, dan menjaga identitas religius masyarakat agraris. Acara yang ditutup dengan ramah tamah ini menjadi bukti nyata bahwa penghormatan kepada masa lalu adalah modal kuat untuk membangun kemakmuran desa di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD