Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 19 Feb 2026 14:07 WIB ·

TikTok Jadi Senjata Rakyat Pelosok Lapor Langsung ke Presiden


					Prabowo di Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026). (Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden) Perbesar

Prabowo di Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026). (Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Washington DC [DESA MERDEKA] Presiden Prabowo Subianto mengungkap fakta menarik tentang bagaimana media sosial kini mengubah wajah demokrasi di Indonesia. Di hadapan para pengusaha dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026), ia mengaku sering “diteror” secara positif oleh pesan-pesan dari anak desa melalui platform TikTok.

Arus informasi yang sangat cepat di era digital ini diakui Prabowo memberikan tekanan sekaligus manfaat bagi pemerintah pusat. Ia bercerita bagaimana curhatan anak-anak sekolah yang harus basah kuyup karena ketiadaan jembatan sampai ke gawainya dalam hitungan detik. Fenomena ini memaksa istana untuk bereaksi lebih cepat dan nyata.

“Hal ini sampai langsung ke saya, jadi saya harus bertindak cepat agar mereka merasa bahwa pemerintah pusat dan Presiden mereka mendengarkan,” ungkap Prabowo di hadapan hadirin di Washington DC.

Digitalisasi Kelas: Dari Papua Hingga Pelosok
Bukan sekadar mendengarkan keluhan infrastruktur, Presiden Prabowo juga membawa kabar progresif mengenai transformasi pendidikan. Hingga akhir Desember 2025, pemerintah tercatat telah mendistribusikan lebih dari 288.000 layar interaktif pintar ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru tanah air.

Salah satu momen paling emosional bagi Presiden adalah ketika ia menerima pesan dari seorang kepala sekolah di daerah terisolasi di Papua. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sekolah tersebut menyentuh teknologi platform digital. Prabowo menargetkan, pada akhir masa jabatannya, seluruh ruang kelas di Indonesia akan memiliki perangkat pintar yang menyimpan seluruh silabus secara digital.

Pantau Guru dari Jakarta Lewat Layar Pintar
Teknologi ini bukan hanya alat bantu belajar, melainkan instrumen pengawasan. Melalui sistem yang terintegrasi, Presiden mengaku bisa memantau kondisi ruang kelas di pelosok daerah langsung dari Jakarta.

“Saya bisa melihat apakah gurunya hadir atau tidak, hingga bagaimana suasana hati anak-anak di sana,” tambahnya. Sistem ini menjadi kunci bagi program pendidikan jarak jauh, di mana guru-guru terbaik bangsa bisa mengajar siswa di pulau terpencil melalui studio pusat.

Langkah digitalisasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghapus ketimpangan kualitas pendidikan. Dengan teknologi, jarak geografis bukan lagi penghalang bagi anak bangsa di pegunungan terisolasi untuk mengakses pengetahuan terbaik dunia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sekolah Lapang Petani Desa Toyomarto, Cara Cerdas Dana Desa Selamatkan Sawah dari Hama Tikus

20 Juli 2026 - 21:35 WIB

Monev APBDesa Toyomarto Perkuat Akuntabilitas Menuju RKP 2027

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Trending di RAGAM