Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 25 Feb 2025 19:09 WIB ·

Teror Batu Raksasa Ngilo-ilo: Menanti Vonis Relokasi dari PVMBG


					<em>Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun. (Image courtesy: jatimnow.com)</em> Perbesar

Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun. (Image courtesy: jatimnow.com)

Ponorogo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Nasib warga di Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, kini berada di ujung tanduk akibat ancaman batu raksasa yang “menggantung” di tebing pemukiman. Pasca-insiden jatuhnya material batu berdiameter empat meter yang menghancurkan rumah seorang warga bernama Narto pada Sabtu (22/2/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo kini bersiap mengambil langkah ekstrem: potensi relokasi warga.

Langkah ini diambil setelah pengamatan visual menunjukkan adanya beberapa batuan besar lainnya di atas tebing yang berpotensi menyusul jatuh. Untuk mendapatkan data akurat, BPBD Ponorogo telah bersurat kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna melakukan asesmen teknis.

“Kami perlu memastikan jenis batuan, kemiringan tebing, dan arah potensi longsoran secara ilmiah. Berdasarkan pengalaman di Desa Bekiring dan Sriti, rekomendasi PVMBG akan menentukan apakah warga bisa tetap tinggal atau harus direlokasi,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, Selasa (25/2/2025).

Menghitung Hari di Bawah Bayang-Bayang Tebing
Meskipun secara kasat mata terdapat dua rumah tambahan yang berada di jalur bahaya, otoritas terkait tidak ingin gegabah. Tim ahli dari PVMBG diperkirakan akan turun ke lokasi dalam sepekan ke depan. Masun menargetkan pada awal Maret 2025, hasil rekomendasi resmi sudah keluar untuk menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah.

Tragedi yang menimpa Narto menjadi peringatan keras. Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari menjadi pemicu utama batu raksasa tersebut meluncur bebas menabrak hunian. Beruntung, Narto yang tinggal sendirian berhasil menyelamatkan diri beberapa saat sebelum rumahnya luluh lantak.

Kewaspadaan di Tengah Ketidakpastian
Sambil menunggu hasil asesmen tim ahli, warga Desa Ngilo-ilo diminta untuk tidak lengah. Hujan deras dengan durasi lama di wilayah perbukitan Ponorogo adalah sinyal bahaya yang harus direspon dengan evakuasi mandiri ke tempat aman.

Kasus serupa yang terjadi di wilayah Talun dan Sriti membuktikan bahwa mitigasi berbasis data geologi sangat krusial agar tidak ada nyawa yang melayang sia-sia akibat “bom waktu” batuan tebing yang rapuh.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Trending di LINGKUNGAN