Pasaman Barat, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat tidak lagi sekadar menjadi titik labuh kapal, melainkan diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi sawit raksasa di Sumatera Barat. Ambisi ini diperkuat dengan kucuran dana segar sebesar Rp83 miliar dari Kementerian Perhubungan pada tahun anggaran 2026 untuk mempercepat pengembangan kawasan strategis tersebut.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa pengembangan ini sudah memicu daya tarik investasi yang luar biasa. Meski fasilitas belum tuntas 100 persen, investor mulai berebut ruang. Ada perusahaan yang sudah mengajukan permintaan lahan hingga 100 hektare untuk membangun industri pengolahan.
“Sentimen positif dari investor ini menambah optimisme kita. Mereka melirik Teluk Tapang untuk industri pengolahan sawit atau hilirisasi,” ujar Mahyeldi saat meninjau dermaga pelabuhan, Jumat (13/2/2026).
Lahan 168 Hektare dan Pemutihan Kawasan Hutan
Pemerintah saat ini tengah berfokus pada legalitas lahan seluas 168 hektare di sekitar pelabuhan. Mahyeldi menjelaskan bahwa proses penurunan status kawasan hutan sedang berjalan lancar. Langkah ini krusial agar lahan tersebut bisa segera “disulap” menjadi zona industri yang terintegrasi dengan dermaga.
Kolaborasi antara Pemprov Sumbar dan Pemkab Pasaman Barat menjadi kunci agar 168 hektare lahan tersebut dapat menampung pabrik-pabrik pengolahan turunan sawit. Targetnya jelas: Pasaman Barat tidak hanya mengirim bahan mentah (CPO), tapi menghasilkan produk bernilai tinggi langsung dari pelabuhan ini.
Masa Depan Biodiesel dan Avtur Hijau
Hilirisasi di Teluk Tapang bukan sekadar membuat minyak goreng. Gubernur menekankan potensi produksi bahan bakar masa depan seperti biodiesel hingga avtur (bahan bakar pesawat) berbasis sawit.
“Sawit memiliki banyak turunan strategis. Jika kita olah di sini, nilai tambah komoditas daerah akan melonjak tajam,” tambah Mahyeldi. Dengan adanya industri pengolahan di lokasi pelabuhan, biaya logistik akan terpangkas drastis, menjadikan produk Sumbar lebih kompetitif di pasar internasional.
Pengembangan Teluk Tapang diharapkan menjadi mesin ekonomi baru yang tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Pasaman Barat melalui sektor industri dan ekspor.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.