Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

OPINI · 29 Agu 2023 20:30 WIB ·

Tawa Sederhana Versi Anak Desa, Upaya Mengurangi Kecanduan Gadget Pada Anak


					Tawa Sederhana Versi Anak Desa, Upaya Mengurangi Kecanduan Gadget Pada Anak Perbesar

Oleh: Setiyo Haryono*

Desamerdeka.id:  Tulisan ini diangkat dari kisah nyata sekitar 3 tahun yang lalu. Pada suatu hari di bulan Agustus tahun 2020, halaman rumahku yang terletak di desa Timbang kecamatan Kejobong Purbalingga ini dipenuhi anak- anak kampung yang sedang asik dengan mainan barunya yang bernuansa lama, yakni mobil mainan yang terbuat dari kardus bekas, Termasuk anakku yang begitu sibuk dari pagi sampai menjelang duhur mengendarai mobil kardus yg kemarin baru jadi dibuatnya.

Mengusir Kesepian Dengan Mobil Mainan 

Mobil mainan yang mereka buat kardus itu rupanya mampu mengalihkan mereka dari ketergantungan gadget yang sekarang sedang menjangkiti mereka dan menjadi problem baru di era digital.

Mobil mainan menjadi sarana hiburan dan pendidikan karakter bagi anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan

Berbagai varian mobil telah berhasil mereka ciptakan, sesuai dengan kesukaan masing-masing. Sebagai pelipur sepinya karena lama tidak masuk masuk sekolah karena kebijakan pendidikan di masa pandemi. Aku melihat senyum simetris terlihat jelas di wajah mereka. Mengingatkanku pada masa kecilku waktu itu, dmn semua mainan hampir diciptakan sendiri. Kreatif.. Gumamku ,

Menciptakan Tawa Sendiri 

Bermodal kardus bekas dan lem bakar, mereka mampu menciptakan tawanya sendiri, tawa sederhana yang jarang ditemukan di era industri 4.0 spt sekarang ini. Kesederhanaan adalah nilai yang bisa dipetik dari mereka, sebagai pondasi pembentukan karakter yang kuat menghadapi serangan teknologi yang begitu dahysat

Anak Desa yang sedang memamerkan mobil mainan dari kardus bekas karya sendiri. ,( 29 /08/2020)

Melihat pemandangan unik ini, naluri capturingku segera menyuruh mereka untuk berpose bahagia, masing- masing dari mereka aku suruh berpose di belakang mobilnya,
cekrek.. Cekrek..cekrek..!! Kameraku mencapture tawa bahagia mereka. Dan mereka pun merasa mendapatkan apresiasi yang menambah simetris senyumnya..

Pelajaran Berharga Dari Hal Sederhana

Setiap orang tua memiliki cita cita agar anaknya bahagia, baik saat masa tumbuh kembang atau kelak saat mereka dewasa. Seringkali orang tua berupaya memberikan apa yang anak inginkan. Padahal ada fase dimana anak harus berkembang secara alami, agar mereka menjadi figur manusia yang semestinya. Dari mereka kita belajar, bahwa dunia anak – anak adalah dunia bermain  untuk mengasah kemampuan motoriknya, dan bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Mobil mainan yang begitu murah dan sederhana yang mereka ciptakan sendiri, adalah pelajaran Berharga bagi kita selaku orang tua. Bukan Mainan canggih yang mahal yang justru merusak kesehatan dan mentalnya. Dari kisah diatas kita mesti kreatif dalam menciptakan kebahagiaan bagi anak. Bukan semata agar mereka seneng. Tapi yang bermanfaat bagi masa depannya

*Setiyo Haryono: adalah seorang penulis puisi dan pemerhati pendidikan anak. Aktif sebagai pendamping Desa dan organisasi kemasyarakatan Anti Narkotika (ketua GRANAT Purbalingga)

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 199 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pentingnya peran PKBM dalam menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) di tingkat desa

24 Juni 2026 - 12:28 WIB

Satu Festival, Ribuan Cerita dari Istano Basa Pagaruyung

24 Juni 2026 - 06:32 WIB

Warga Menjelutung Layak Dapat Kepastian atas Air yang Mereka Konsumsi

13 Juni 2026 - 10:53 WIB

Mbah Moedjair: Pahlawan Pangan yang “Seharusnya” Mengubah Sejarah Desa

8 Juni 2026 - 14:13 WIB

Jurnalisme Laporan ala Bhabin di Desa: Membunuh Karakter Polisi

8 Juni 2026 - 07:44 WIB

Gotong Royong Digital di Balik Lagu Mas Bahlil Ganteng

1 Juni 2026 - 20:35 WIB

Trending di OPINI