Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] – Pasca-terjangan banjir bandang yang melumpuhkan infrastruktur, warga Desa Tualang Baro kini tak lagi harus bergelut dengan krisis air bersih. Tim pengabdian Universitas Samudra (UNSAM) bergerak cepat menginstalasi sistem tandon air darurat untuk memulihkan akses sanitasi dan konsumsi harian warga yang terdampak parah, Kamis (26/2/2026).
Langkah ini diambil menyusul rusaknya jaringan pipa air permanen di Kecamatan Manyak Payed akibat bencana tersebut. Melalui program “UNSAM Tanggap Darurat 2026”, bantuan tidak hanya berupa tandon kapasitas besar, tetapi juga paket alat kebersihan untuk memastikan distribusi air dari kran darurat tetap higienis.

Prioritas Pemulihan Infrastruktur Dasar
Ketua Tim Pengabdian, Saiful Mahdi, S.P., M.Si., menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Tualang Baro didasarkan pada tingkat urgensi yang sangat tinggi. Menurutnya, air bersih adalah “nadi” pertama yang harus dipulihkan untuk mencegah berjangkitnya penyakit pascabencana.
“Infrastruktur air di sini rusak total. Tandon dan instalasi kran darurat ini adalah solusi jangka pendek yang paling efektif sebelum perbaikan permanen dilakukan oleh pemerintah,” jelas Saiful Mahdi di lokasi pemasangan.
Implementasi Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Aksi kemanusiaan ini juga menjadi panggung bagi para mahasiswa UNSAM untuk terjun langsung ke lapangan. Keterlibatan mereka dalam proses instalasi hingga distribusi air membuktikan bahwa peran kampus melampaui teori di ruang kelas, yakni menjadi solusi nyata di tengah krisis sosial.
Perangkat desa setempat menyambut hangat kehadiran tim akademisi ini. Instalasi tandon tersebut kini menjadi pusat pengambilan air bagi warga, menjaga standar kesehatan lingkungan tetap terjaga meskipun dalam kondisi darurat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.