Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 6 Feb 2026 18:31 WIB ·

Syafril Ubah Ejekan Jadi Inovasi: Sawah Tanpa Bajak


					Melawan Cemoohan: Syafril Buktikan Bertani Murah Tanpa Kimia, Jum'at (06/92/2026) di Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Perbesar

Melawan Cemoohan: Syafril Buktikan Bertani Murah Tanpa Kimia, Jum'at (06/92/2026) di Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman.

Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di saat petani lain sibuk dengan biaya mesin bajak dan pupuk kimia yang mahal, Syafril, seorang mantan Wali Korong di Nagari Kuranji Hilir, justru melakukan hal sebaliknya. Ia menerapkan metode Sawah Pokok Murah (SPM), sebuah teknik bertani yang sangat irit biaya namun sempat membuatnya menjadi bahan tertawaan tetangga karena dianggap “bermain-main”.

Langkah radikal ini mulai dibuktikan Syafril di Korong Lampanjang sejak 18 Januari 2026. Alih-alih mengolah tanah secara konvensional, ia menanam benih padi berusia 14 hari di atas bedengan beralaskan jerami. Metode ini terinspirasi dari keberhasilan lahan di Nagari Pilubang dan pemikiran efisiensi dari Ir. Djoni, mantan Kadis Pertanian Sumbar.

Melawan Stigma “Petani Main-Main”
Keputusan Syafril menanam padi dengan cara yang menyerupai cara menanam cabai memicu skeptisisme publik. Ia menghadapi tantangan sosial berupa cemoohan dari sesama petani yang menganggap metodenya aneh dan tidak masuk akal. Namun, bagi Syafril, ini adalah strategi serius untuk memutus ketergantungan petani pada modal besar.

“Saya termotivasi setelah melihat bukti nyata di lahan Ibu Melia Afni. Ini bukan main-main, tapi jalan menuju efisiensi,” ujar Syafril saat meninjau lahannya bersama pengurus PAC PDI Perjuangan Sungai Limau, Jumat (6/2/2026).

Tiga Keunggulan Sawah Pokok Murah (SPM)
Metode SPM yang diterapkan Kelompok Tani Lampanjang Jaya ini menawarkan tiga solusi konkret untuk kedaulatan petani:

  • Nol Biaya Bajak: Menghapus ketergantungan pada mesin traktor dan BBM.
  • Bebas Pupuk Kimia: Mengandalkan jerami dan nutrisi alami untuk menjaga kesehatan tanah jangka panjang.
  • Hemat Tenaga Kerja: Sistem bedengan jerami meminimalisir pertumbuhan rumput liar sehingga hampir tidak memerlukan proses penyiangan.

Fajar Baru Kemandirian Petani
Inovasi Syafril adalah pembuktian bahwa pertanian berkelanjutan bisa dimulai dengan memanfaatkan apa yang tersedia di alam, seperti jerami yang selama ini sering dibakar sia-sia. Jika eksperimen ini sukses saat panen nanti, metode SPM diprediksi akan menjadi standar baru bagi petani di Padang Pariaman yang ingin merdeka dari jeratan biaya produksi tinggi.

Kini, warga Sungai Limau tengah menanti hasil dari “revolusi jerami” ini. Syafril telah menunjukkan bahwa untuk maju, terkadang kita harus berani terlihat “aneh” di mata orang banyak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Demokrasi Setengah Hati pada Pemilihan BPD Desa Tanjungbaru

27 Mei 2026 - 11:15 WIB

Warga Poto Tagih Transparansi Dana Desa Kabupaten Kupang

24 Mei 2026 - 20:12 WIB

Berburu Sertifikat Lahan Bebas Sengketa lewat PTSL Desa Panggul

22 Mei 2026 - 17:31 WIB

Sepak Bola dan Asa Pemuda di Desa Mubur Anambas

22 Mei 2026 - 13:51 WIB

Rapel 5 Bulan, BLT Dana Desa Balumbungan Cair Sekaligus

22 Mei 2026 - 10:32 WIB

Modal Nekat Setop Pabrik, Warga Menjelutung Nikmati SHU

22 Mei 2026 - 08:48 WIB

Trending di DESA