Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kota Padang meluncurkan program inovatif Smart Surau, sebuah inisiatif untuk merevitalisasi fungsi surau sebagai pusat peradaban, ibadah, dan pendidikan di tengah gempuran modernisasi dan gaya hidup digital. Sejak abad ke-16, surau dikenal sebagai jantung pembentukan jati diri masyarakat Minangkabau yang menanamkan nilai-nilai iman, ilmu, dan akhlak.
Wali Kota Padang, Fadli Amran, menjelaskan bahwa program Smart Surau bukan sekadar penambahan fasilitas teknologi, melainkan sebuah respons adaptif terhadap tantangan zaman. Program ini bertujuan mengintegrasikan nilai budaya leluhur dengan kebutuhan generasi muda yang hidup di era serba digital.
“Smart Surau bukan sekadar fasilitas modern, tetapi jembatan antara warisan leluhur dengan dunia masa kini,” ujar Fadli Amran. “Surau kembali menjadi pusat pembelajaran agama, ukhuwah (persaudaraan), dan kebudayaan yang inklusif serta adaptif.”
Konsep revitalisasi ini mencakup pemasangan perangkat teknologi seperti layar digital dan jaringan internet di surau-surau. Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan pengajian dan pendidikan agama dapat diakses tanpa batas ruang dan waktu, memperluas jangkauan dakwah dari pusat kota hingga ke pelosok nagari (desa).
Lebih dari itu, Smart Surau menawarkan ruang hybrid, memadukan pertemuan tatap muka tradisional dengan akses daring. Model pembelajaran ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pascapandemi, memastikan kesinambungan pendidikan agama dan sosial dalam segala kondisi.
Sejarah mencatat, dari surau-surau inilah lahir ulama besar Minangkabau, termasuk Tuanku Imam Bonjol, yang menggaungkan gerakan “kembali ke surau” sebagai jalan membangun masyarakat beradab. Namun, pesatnya urbanisasi dan dominasi pendidikan formal perlahan menggeser peran sentral surau. Melalui Smart Surau, Pemerintah Kota Padang bertekad mengembalikan surau pada posisi strategisnya.
Program ini juga membuka peluang kolaborasi sinergis antara ulama, tokoh adat, masyarakat, dan pemerintah. Dengan adanya sinergi tersebut, surau diharapkan kembali kokoh sebagai pusat kehidupan spiritual dan sosial, memperkuat identitas budaya Minangkabau sekaligus menyambut tantangan masa depan.
Wali Kota Padang berharap nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang tidak hanya dikenang, tetapi terus hidup dan berkembang melalui inovasi ini. “Surau adalah cermin jiwa masyarakat Minangkabau,” tutupnya, menekankan pentingnya warisan budaya yang adaptif dan berkesinambungan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.