Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 16 Mar 2026 20:45 WIB ·

Suntikan Rp3,3 Miliar Per Desa Pacu Ekonomi Ambon


					Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Masyarakat Desa (DP3AMD) Kota Ambon, Meggy Lekatompessy Perbesar

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Masyarakat Desa (DP3AMD) Kota Ambon, Meggy Lekatompessy

Ambon, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Arus pembangunan dari pinggiran Kota Ambon resmi bergulir. Sebanyak 18 negeri di wilayah ini telah mengantongi pencairan Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026. Angka yang dikucurkan tidak main-main; rata-rata setiap desa mendapatkan alokasi total sekitar Rp3,3 miliar yang siap diubah menjadi infrastruktur, layanan publik, hingga program perlindungan sosial.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Masyarakat Desa (DP3AMD) Kota Ambon, Meggy Lekatompessy, mengonfirmasi pada Minggu (15/3/2026) bahwa belasan negeri telah memenuhi syarat administrasi. Mereka adalah Halong, Galala, Negeri Lama, Batumerah, Soya, Hative Kecil, Waiheru, Amahusu, Latta, Nania, Rutong, Poka, Wayame, Hunuth, Urimessing, Seilale, Naku, dan Rumah Tiga.

Keadilan Anggaran Berbasis Indikator Riil
Penetapan pagu dana bagi setiap negeri tidak dipukul rata. Pemerintah Kota Ambon menerapkan formula yang mempertimbangkan variabel nyata di lapangan untuk memastikan keadilan distribusi. Ada empat indikator utama yang menjadi penentu besaran dana yang diterima, yaitu:

  • Luas wilayah negeri.
  • Jumlah total penduduk.
  • Angka kemiskinan di wilayah tersebut.
  • Indeks kesulitan geografis.

Dengan model ini, wilayah seperti Batumeja, Hutumuri, Karang Panjang, dan Negeri Lama menerima total alokasi yang sedikit berbeda guna menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing daerah.

Dari Jaringan Internet hingga Perlindungan Sosial
Besaran dana sekitar Rp3,3 miliar tersebut mencakup berbagai pos strategis. Selain alokasi dasar untuk penyelenggaraan pemerintahan, terdapat pos anggaran khusus untuk akses jaringan internet yang angkanya mencapai Rp683 juta per desa. Langkah ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi desa di Kota Ambon.

Selebihnya, dana tersebut didistribusikan untuk:

  • Pembangunan Sarana Prasarana: Peningkatan jalan lingkungan dan fasilitas umum.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Pelatihan keterampilan dan dukungan UMKM lokal.
  • Perlindungan Sosial: Program bantuan langsung bagi warga yang membutuhkan.

Pemerintah Kota Ambon menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana ini berada di bawah pengawasan ketat. Tujuannya jelas: memastikan setiap rupiah yang keluar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan tidak sekadar habis untuk urusan birokrasi. Bagi negeri yang belum menerima, pencairan akan segera diproses begitu seluruh persyaratan administrasi tuntas diverifikasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dapur Umum Lumpuh, Rendang Minang Jadi Penyelamat NTT

25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Kisah Sukses Dr. Endrizal Hidupkan Ekonomi Pelosok Sumbar

24 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Trending di KABAR PEMDA