Jakarta [DESA MERDEKA] – Selama ini, Sumatera Barat sering kali dipandang sebagai daerah yang sangat konservatif dengan pegangan adat yang kuat. Namun, hasil Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Tahun 2025 mematahkan stigma tersebut. Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi dinobatkan sebagai peringkat pertama nasional dengan skor tertinggi 80,41, melampaui 37 provinsi lainnya di Indonesia.
Pengumuman prestisius ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi, dalam Rakornas Paskibraka 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Posisi Sumbar diikuti oleh Jawa Timur (79,38) di peringkat kedua dan Bali (79,17) di posisi ketiga. Capaian ini menjadi kejutan menarik yang membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila justru paling subur tumbuh di daerah yang memiliki akar budaya kuat.
Kearifan Lokal Sebagai “Bahan Bakar” Pancasila
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir menerima penghargaan tersebut, memberikan sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, skor tinggi tersebut bukanlah hasil instan dari hafalan butir-butir sila, melainkan refleksi dari filosofi hidup masyarakat Minangkabau.
“Nilai Pancasila sejatinya telah hidup dalam prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kami hanya berikhtiar merawat nilai luhur tersebut agar tetap relevan bagi generasi muda,” ujar Mahyeldi. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila bukan lagi sekadar doktrin formal dari pusat, melainkan telah menyatu dengan identitas budaya lokal.
Peran Strategis Kesbangpol dan Digitalisasi Pembinaan
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. BPIP mencatat bahwa efektivitas pembinaan di Sumbar sangat terbantu oleh sinergi dalam seleksi dan pembentukan Paskibraka yang transparan serta berkelanjutan.
Pemerintah daerah mampu menjawab tantangan ideologis masa kini dengan pendekatan yang lebih luwes. Berikut adalah daftar 10 provinsi dengan skor pembinaan ideologi Pancasila terbaik tahun 2025:
- Sumatera Barat (80,41)
- Jawa Timur (79,38)
- Bali (79,17)
- Kalimantan Utara (77,75)
- Sulawesi Barat (76,19)
- Kalimantan Timur (75,67)
- Lampung (73,18)
- Sulawesi Tengah (72,91)
- Riau (72,60)
- Sulawesi Selatan (71,96)
Capaian ini diharapkan menjadi momentum bagi daerah lain bahwa penguatan ideologi negara tidak harus menghapus jati diri daerah. Sebaliknya, kekuatan budaya lokal justru bisa menjadi fondasi paling kokoh dalam menjaga ketahanan nasional dan persatuan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.