Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 9 Mar 2026 07:14 WIB ·

Sulis “Cinta Rasul” dan Misi Kemanusiaan di Meikarta


					Sulis “Cinta Rasul” dan Misi Kemanusiaan di Meikarta Perbesar

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Suasana syahdu menyelimuti AOS District 1 Meikarta saat lantunan selawat legendaris dari Sulis menggema di panggung Paramadina Festival Ramadhan (PFR) 2026, Sabtu (7/3). Kehadiran penyanyi religi fenomenal tersebut bukan sekadar bernostalgia, melainkan menjadi pemantik semangat bagi ratusan Gen Z untuk memadukan kreativitas modern dengan kedalaman spiritual di tengah bulan suci.

PFR 2026 yang diinisiasi Universitas Paramadina Kampus Cikarang ini berhasil mengubah area komersial menjadi simpul kolaborasi inklusif. Tak hanya menjadi panggung kompetisi seni Islami se-Jabodetabek, festival ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan mampu menjadi penggerak kepedulian sosial di wilayah industri.

Lebih dari Sekadar Kompetisi Seni
Festival yang bertepatan dengan hari ke-17 Ramadan ini dibuka dengan khidmat lewat pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa acara ini adalah manifestasi komitmen kampus dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh secara intelektual maupun religius.

Berbagai lomba mulai dari nasyid, fashion show, hingga kaligrafi diikuti dengan antusias oleh peserta muda. Puncaknya, sesi talkshow inspiratif bersama Sulis memberikan perspektif baru bagi anak muda tentang pentingnya menjaga integritas nilai kebaikan di era digital yang serba cepat.

Menebar Berkah untuk Empat Yayasan Yatim
Sisi humanis festival ini memuncak menjelang berbuka puasa. Universitas Paramadina menggandeng empat yayasan sekaligus—Panti Al-Muhajirin, Al Muttaqin, Darul Falah, dan Al-Hidayah—untuk menerima santunan. Aksi nyata ini menunjukkan bahwa kehadiran kampus di tengah masyarakat Cikarang harus memberikan dampak instan bagi mereka yang membutuhkan.

Direktur Universitas Paramadina, Dr. Euis Nurhidayati, menyebutkan bahwa PFR 2026 adalah wujud sinergi antara akademisi, pelaku bisnis seperti Lippo Malls dan Hankook, serta masyarakat luas. Kolaborasi ini membuktikan bahwa ekosistem pendidikan dan industri bisa berjalan beriringan dalam menebar keberkahan.

Acara yang ditutup dengan buka puasa bersama ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota, ruang-ruang refleksi dan kepedulian sosial harus tetap mendapatkan tempat utama.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pawai 74 Nagari: Saat Budaya Jadi Napas Pembangunan

20 April 2026 - 21:17 WIB

Kebangkitan BKMT Sungai Limau: Dari Masjid Membangun Ekonomi Desa

19 April 2026 - 15:05 WIB

Satu Dekade Bobok Bumbung: Martabat Desa Lewat Bambu

19 April 2026 - 14:18 WIB

Siltap Langsung dari Pusat: PPDI Karangrejo Perkuat Barisan

18 April 2026 - 21:03 WIB

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia

13 April 2026 - 13:35 WIB

Sinergi Pers dan Aparat: Jaga Keamanan Parungpanjang Lewat Informasi

12 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di SOSBUD