Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Suasana syahdu menyelimuti AOS District 1 Meikarta saat lantunan selawat legendaris dari Sulis menggema di panggung Paramadina Festival Ramadhan (PFR) 2026, Sabtu (7/3). Kehadiran penyanyi religi fenomenal tersebut bukan sekadar bernostalgia, melainkan menjadi pemantik semangat bagi ratusan Gen Z untuk memadukan kreativitas modern dengan kedalaman spiritual di tengah bulan suci.
PFR 2026 yang diinisiasi Universitas Paramadina Kampus Cikarang ini berhasil mengubah area komersial menjadi simpul kolaborasi inklusif. Tak hanya menjadi panggung kompetisi seni Islami se-Jabodetabek, festival ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan mampu menjadi penggerak kepedulian sosial di wilayah industri.
Lebih dari Sekadar Kompetisi Seni
Festival yang bertepatan dengan hari ke-17 Ramadan ini dibuka dengan khidmat lewat pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa acara ini adalah manifestasi komitmen kampus dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh secara intelektual maupun religius.
Berbagai lomba mulai dari nasyid, fashion show, hingga kaligrafi diikuti dengan antusias oleh peserta muda. Puncaknya, sesi talkshow inspiratif bersama Sulis memberikan perspektif baru bagi anak muda tentang pentingnya menjaga integritas nilai kebaikan di era digital yang serba cepat.

Menebar Berkah untuk Empat Yayasan Yatim
Sisi humanis festival ini memuncak menjelang berbuka puasa. Universitas Paramadina menggandeng empat yayasan sekaligus—Panti Al-Muhajirin, Al Muttaqin, Darul Falah, dan Al-Hidayah—untuk menerima santunan. Aksi nyata ini menunjukkan bahwa kehadiran kampus di tengah masyarakat Cikarang harus memberikan dampak instan bagi mereka yang membutuhkan.
Direktur Universitas Paramadina, Dr. Euis Nurhidayati, menyebutkan bahwa PFR 2026 adalah wujud sinergi antara akademisi, pelaku bisnis seperti Lippo Malls dan Hankook, serta masyarakat luas. Kolaborasi ini membuktikan bahwa ekosistem pendidikan dan industri bisa berjalan beriringan dalam menebar keberkahan.
Acara yang ditutup dengan buka puasa bersama ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota, ruang-ruang refleksi dan kepedulian sosial harus tetap mendapatkan tempat utama.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.