Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

BUMDes · 12 Feb 2025 16:39 WIB ·

Strategi Jitu Bangka Hidupkan BUMDes yang Sedang Mati Suri


					Strategi Jitu Bangka Hidupkan BUMDes yang Sedang Mati Suri Perbesar

Bangka, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Label “mati suri” yang melekat pada sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bangka kini sedang ditantang habis-habisan. Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) resmi meluncurkan gerakan revitalisasi untuk mengubah BUMDes dari sekadar papan nama menjadi mesin pencetak rupiah bagi warga desa.

Kunci utama perubahan ini terletak pada dua hal: legalitas formal dan keberanian berinovasi. Dalam rapat koordinasi yang digelar Selasa (11/2/2025), Pemkab Bangka menekankan bahwa BUMDes tidak akan bisa melangkah jauh tanpa status badan hukum yang sah. Tanpa sertifikat badan hukum, aset desa ini ibarat kendaraan tanpa surat-surat; sulit mengakses permodalan perbankan dan terbatas dalam menjalin kemitraan strategis.

Legalitas Sebagai “Pintu Masuk” Kemakmuran
Kepala DPMD Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie, menegaskan bahwa kepemilikan badan hukum bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah syarat mutlak agar BUMDes bisa beroperasi secara profesional dan akuntabel.

“BUMDes harus memiliki badan hukum yang kuat. Ini adalah fondasi agar mereka bisa lebih lincah menangkap peluang pasar dan mengakses berbagai sumber daya yang sebelumnya tidak terjangkau,” jelas Dalyan. Dengan status hukum yang jelas, kepercayaan pihak ketiga seperti investor dan perbankan otomatis akan meningkat.

Menantang Inovasi di Era Digital
Namun, legalitas saja tidak cukup jika unit usaha yang dijalankan masih menggunakan pola lama yang membosankan. Dalyan menyoroti pentingnya diversifikasi usaha yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. BUMDes dituntut untuk melek teknologi dan mampu mengendus potensi unik di desanya masing-masing—bukan sekadar meniru unit usaha desa tetangga.

Inovasi yang diharapkan mencakup:

  • Pemanfaatan Teknologi: Digitalisasi pemasaran produk unggulan desa.
  • Keberlanjutan Usaha: Fokus pada unit bisnis yang memiliki dampak jangka panjang, bukan hanya musiman.
  • Kemitraan Lintas Sektor: Membuka ruang kolaborasi dengan koperasi, pelaku usaha swasta, hingga sektor perbankan.

Komitmen Pendampingan Berkelanjutan
Pemkab Bangka tidak membiarkan pengurus desa berjuang sendirian. Komitmen pemberian pendampingan teknis dan fasilitasi akan terus diguyur guna memastikan transisi BUMDes dari stagnan menjadi produktif. Melalui sinergi ini, BUMDes diharapkan tidak lagi menjadi beban desa, melainkan menjadi tulang punggung yang mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Pintas Kapitalisme Tambang Menuju Kemandirian Desa

10 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Strategi Ekonomi BUMDes Kebunagung Keluar dari Ketergantungan Wisata

27 Juli 2026 - 18:47 WIB

Ayam Petelur BUMDes Kebunagung Jadi Motor Ekonomi Desa

24 Juli 2026 - 15:12 WIB

Menaklukkan Tanah Pesisir, BUMDes Pasiran Panen Tonan Cabai

22 Juli 2026 - 06:01 WIB

Dari Cafe Pelangi, Desa Dengkol Menyiapkan Generasi Z

18 Juli 2026 - 20:08 WIB

Siasat BUMDes Bulukumba Tebar Benih Baru Saat Panen

9 Juli 2026 - 21:04 WIB

Trending di BUMDes