Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

BUMDes · 12 Feb 2025 11:11 WIB ·

Skandal Sapi BUMDES Bangunsari: Belasan Ekor Raib Misterius


					Skandal Sapi BUMDES Bangunsari: Belasan Ekor Raib Misterius Perbesar

Pesawaran, Lampung [DESA MERDEKA] Harapan warga Desa Bangunsari untuk sejahtera melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Karya Makmur mendadak sirna. Sebanyak 14 ekor sapi yang seharusnya menjadi aset ekonomi produktif dilaporkan hilang tanpa jejak. Kasus ini kini memicu gelombang protes warga setelah aroma dugaan korupsi yang melibatkan oknum perangkat desa mulai tercium ke permukaan.

Ironisnya, sapi-sapi tersebut merupakan bantuan dari program Dana Gerakan Desa Ikut Sejahtera (Gadis) dan Dana Desa. Dengan estimasi kerugian mencapai ratusan juta rupiah, hilangnya belasan hewan ternak ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat desa.

Modus Operandi “Jual Senyap” Aset Desa
Investigasi di lapangan mengungkap pola yang mengejutkan. Aset desa yang sebelumnya dititipkan kepada warga untuk dipelihara (sistem gadai), tiba-tiba ditarik kembali secara sepihak oleh oknum pengurus. Sumedi, salah satu warga terdampak, mengaku sapi yang ia pelihara diambil dan dijual oleh Direktur BUMDES, Agus Riyanto.

Aliran uang hasil penjualan tersebut makin memperkeruh suasana. Agus Riyanto mengklaim dana telah diserahkan kepada bendahara desa saat itu, Ari Tri Susanto. Sementara itu, Ari mengakui adanya penjualan tersebut, namun berkilah bahwa uangnya digunakan untuk keperluan operasional kantor desa—sebuah langkah yang melanggar prosedur pengelolaan aset BUMDES.

Jejak Kades yang Kian Memudar
Kesaksian pengurus BUMDES lainnya, Yatno dan Agus Kurniawan, secara langsung mengarah pada keterlibatan Kepala Desa Bangunsari, Hendrik Cahyono. Keduanya menyebut beberapa ekor sapi diambil langsung atas instruksi sang Kades.

Mantan pengurus BUMDES, Lehan, menambahkan bahwa kekacauan ini bermula sejak adanya reorganisasi pengurus yang dinilai tidak transparan pasca-Hendrik menjabat. Sejak dugaan penyelewengan Dana Desa tahap 2 tahun 2024 mencuat ke publik, sang Kades dilaporkan jarang terlihat di kantor desa, seolah menghindari sorotan warga dan media.

Masyarakat Menuntut Keadilan
Kasus hilangnya 14 ekor sapi ini telah resmi dilaporkan ke pihak berwajib dan kini memasuki tahap penyelidikan intensif. Warga Desa Bangunsari kini hanya bisa menunggu kepastian hukum. Bagi mereka, ini bukan sekadar soal sapi yang hilang, melainkan tentang integritas kepemimpinan yang seharusnya menjaga, bukan malah “memangsa” aset rakyat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 170 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BUMDes Ratu Inzana Sulap Laba Usaha Jadi Sembako

5 Maret 2026 - 11:18 WIB

Malaka Setop Modal BUMDes: Audit Besar Bongkar Borok Keuangan

4 Maret 2026 - 16:53 WIB

BUMDes Kencong Adopsi AI: Revolusi Laporan Keuangan Desa Modern

4 Maret 2026 - 15:52 WIB

Strategi BUMDes Waledkota Kejar Target Mandiri Seratus Juta Rupiah

22 Februari 2026 - 19:18 WIB

Kampung Industri: Strategi Asprindo Sulap BUMDes Jadi Raksasa Ekonomi

17 Februari 2026 - 11:38 WIB

BUMKal Sardonoharjo Jadi “Kampus” Ekonomi Desa BPD Klaten

13 Februari 2026 - 15:03 WIB

Trending di BUMDes