Halmahera Barat, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Desa Tuada kini tidak lagi sekadar mengandalkan hasil tangkapan laut konvensional. Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan BUMDes Jiko Banau, desa nelayan ini sukses menggelar panen perdana udang vaname sebanyak 1,5 ton dengan nilai jual Rp100 ribu per kilogram pada Jumat (15/5).
Keberhasilan ini menjadi babak baru bagi pembangunan ekonomi berbasis kelautan di Maluku Utara. Angin segar ini sekaligus membuktikan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan dan pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dengan orientasi bisnis yang tepat.
Semi-Intensif: Solusi Cerdas Petambak Desa
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kelautan Maluku Utara, Fauzi Momole, menjelaskan bahwa kunci sukses panen ini terletak pada penerapan sistem pembesaran semi-intensif. Sistem ini mencampur pakan buatan dengan fitoplankton alami, serta didukung oleh aerasi mekanik berupa kincir.
Pilihan teknologi ini dinilai sangat ramah untuk kantong dan kapasitas SDM desa. Menurut pedoman pemerintah, sistem semi-intensif menggunakan padat tebar sedang dengan kedalaman kolam sekitar 80–100 cm. Langkah ini menjadi opsi terbaik bagi petambak desa yang menginginkan produktivitas tinggi melampaui sistem ekstensif tradisional, namun tanpa kerumitan modal besar seperti sistem intensif penuh.

Membangun Kampung Nelayan Terintegrasi
Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menegaskan bahwa budidaya udang vaname ini diarahkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat pesisir untuk membangun usaha berkelanjutan. Potensi laut yang melimpah harus dikelola secara konsisten agar memiliki nilai jual yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
Sinergi ekonomi ini selaras dengan program pemerintah pusat, yaitu Desa Nelayan Merah Putih. Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad, menyebut Desa Tuada memang sudah lama diproyeksikan sebagai pusat perikanan rakyat.
Sebagai penutup, Wagub berpesan agar penguatan ekonomi pesisir dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan pembangunan Kampung Nelayan sebagai pusat produksi, pengolahan, hingga pemasaran secara mandiri oleh rakyat desa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.