Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 16 Agu 2024 07:34 WIB ·

Strategi Fasilitator Desa Sukoharjo Padukan Data Cegah Stunting


					Strategi Fasilitator Desa Sukoharjo Padukan Data Cegah Stunting Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Sinergi data di tingkat akar rumput kini menjadi senjata utama para fasilitator desa di seluruh Indonesia untuk meruntuhkan tembok tinggi kasus stunting. Langkah taktis ini diambil agar alokasi Dana Desa untuk sektor kesehatan anak tidak lagi berjalan tanpa arah dan salah sasaran.

Dalam forum virtual SDGs Desa episode 355 baru-baru ini, Panudi, seorang fasilitator desa asal Sukoharjo, Jawa Tengah, membeberkan sudut pandang penting mengenai validasi informasi di lapangan. Menurutnya, perang melawan kekurangan gizi kronis ini hanya bisa dimenangkan jika desa mau meruntuhkan ego sektoral dan menyatukan catatan angka kesehatan.

“Dari Bidan, dari KPM (Kader Pembangunan Manusia), dari TPK (Tim Pendamping Keluarga), itu kita sinergiskan datanya, setelah itu kita sepakati. Dengan memahami penyebab utama, kita dapat mengembangkan intervensi yang tertarget,” ujar Panudi tegas.

Pola gerakan penanganan stunting konvensional kerap kali gagal karena berjalan sendiri-sendiri. Lewat data cegah stunting yang solid, pemerintah desa kini didorong untuk membuka ruang dialog berbasis komunitas. Pertemuan berkala antara bidan, petani lokal penyedia pangan, hingga tokoh masyarakat menjadi kunci utama dalam merumuskan solusi yang ramah dengan kondisi geografi dan ekonomi setempat.

Melalui integrasi multisektor ini, data kesehatan tidak lagi sekadar menjadi tumpukan laporan di meja kecamatan, melainkan kompas utama dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Anggaran desa kini wajib berpihak pada pemenuhan nutrisi balita dan edukasi ibu hamil.

Meski demikian, jalan di lapangan tidak selalu mulus. Para pegiat di desa mengakui keterbatasan anggaran dan kapasitas SDM masih menjadi kerikil tajam. Namun, optimisme tetap membubung tinggi; lewat komitmen para kepala desa yang memegang kendali anggaran, kolaborasi ini diyakini mampu menyelamatkan masa depan generasi emas dari kelumpuhan tumbuh kembang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

RDS Umalulu Perkuat Sinergi Lawan Stunting dan Malaria

8 Juni 2026 - 12:35 WIB

Karnaval Sedekah Bumi Desa Pelemgede: Pesta Rakyat Berbudaya

8 Juni 2026 - 09:28 WIB

Kumpul Optimistis Lanjutkan Pembangunan Desa Jejalen Jaya

8 Juni 2026 - 08:42 WIB

APDESI Cup I: Ajang Pemersatu Kepala Desa se-Garut

8 Juni 2026 - 06:55 WIB

Sinergi Logistik Percepat Pembangunan Infrastruktur Halmahera Selatan

5 Juni 2026 - 16:21 WIB

Strategi Koperasi Desa Merah Putih Sawahlunto Menuju Ekonomi Mandiri

2 Juni 2026 - 17:42 WIB

Trending di RAGAM