Sukoharjo, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Ibu-ibu rumah tangga di Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo kini punya kesibukan baru yang menghasilkan uang: memproduksi makanan ringan. Perubahan ekonomi ini motor utamanya adalah BUMDes Mata Bangsa Desa Trangsan, yang sukses menyulap potensi lokal menjadi mesin uang warga sekaligus percontohan nasional.
Naskah sukses ini tidak lahir semalam. Direktur BUMDes Mata Bangsa, Agung, membeberkan rahasianya dalam Talkshow Ruang Cakap SDGs Desa episode 344. Mereka bergerak lincah memetakan masalah menjadi peluang lewat tiga unit usaha utama: pengelolaan sampah, produksi camilan, hingga pengembangan desa wisata.
“Kami melihat potensi yang besar di desa kami, dan BUMDes menjadi wadah untuk mengembangkan potensi tersebut,” ujar Agung.

Melawan Mandeknya Birokrasi
Bagi banyak desa, mengurus legalitas usaha sering kali menjadi tembok besar yang menghentikan langkah. BUMDes Mata Bangsa pun sempat terjebak dalam rumitnya perizinan di awal berdiri. Namun, alih-alih tiarap, mereka memilih jalur kolaborasi intensif dengan pemerintah daerah.
Strategi ini terbukti ampuh. Setelah izin kantong usaha mereka kantongi, dampaknya langsung terasa ke dompet warga. Ibu rumah tangga terserap kerja, dan area wisata desa kini menjadi ladang penghasilan baru bagi pedagang serta pemuda setempat. Kuncinya ada pada rasa memiliki yang ditanamkan ke masyarakat.
Tiga Formula Rahasia dari Trangsan
Bagi desa lain yang ingin meniru kesuksesan ini, Agung membagikan tiga poin krusial yang menjadi pondasi mereka:
- Kolaborasi Total: Membuka jaringan luas dengan pemerintah desa, pemda, hingga lembaga keuangan.
- Inovasi Pasar: Produk dan layanan desa dikemas secara modern agar sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
- SDM Militan: Menempatkan pengelola yang kompeten dan punya visi memajukan desa, bukan sekadar mencari kerja.
Komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat terbukti mampu mengubah keterbatasan menjadi kemandirian ekonomi yang nyata.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.