Garum, Blitar [DESA MERDEKA] – Kecamatan Garum, yang selama ini mungkin lebih dikenal sebagai wilayah transit di Blitar, menyimpan sebuah fakta menarik yang berpotensi mengubah wajah ekonominya. Siapa sangka, Stasiun Garum ternyata menjadi titik naik turun bagi ratusan ribu orang setiap tahunnya. Lebih menarik lagi, sebagian besar dari mereka adalah para pelancong yang ingin menikmati pesona Bumi Penataran.
Fenomena tingginya mobilitas di Stasiun Garum ini menjadi bukti bahwa kecamatan ini bukan sekadar lintasan kereta api. Ia menjelma menjadi gerbang kedatangan bagi masyarakat dari berbagai penjuru, khususnya mereka yang memiliki tujuan wisata. Tren memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi pilihan untuk berlibur di wilayah Blitar, terutama yang mengaksesnya melalui Garum, bahkan sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Camat Garum, Arinal Huda, mengungkapkan angka yang cukup fantastis terkait aktivitas di stasiun kebanggaan wilayahnya. “Tidak kurang dari 191 ribu orang tercatat naik dan turun melalui Stasiun Garum setiap tahunnya. Jumlah ini bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan stasiun lain yang berada di wilayah Blitar. Ini jelas mengindikasikan betapa padatnya mobilitas masyarakat di kecamatan kita,” ujarnya penuh semangat.
Melihat fakta ini, Arinal Huda meyakini bahwa ini adalah sebuah peluang emas bagi pemerintah daerah untuk mendongkrak perputaran ekonomi lokal. Namun, ia juga menekankan bahwa peran aktif pemerintah sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan potensi wilayah ini secara maksimal. “Pemerintah harus hadir dengan memberikan pelayanan terbaik serta menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi,” lanjutnya.
Infrastruktur yang memadai, menurut Huda, akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari usaha kecil dan menengah (UKM), perdagangan, hingga pariwisata lokal. Kecamatan Garum sendiri memiliki daya tarik wisata yang tak kalah mempesona. Dari segi geografis, lokasinya sangat strategis karena tidak jauh dari Candi Penataran, situs bersejarah terbesar di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Selain itu, Garum juga dikenal sebagai salah satu akses utama menuju jalur pendakian Gunung Kelud melalui Desa Karangrejo. Jalur pendakian via desa ini konon memiliki kontur yang tidak terlalu curam, sehingga menjadi pilihan menarik bagi para pecinta alam dan penggemar hiking. “Dengan aksesibilitas yang mudah dan beragamnya daya tarik wisata di sekitar Garum, ini adalah potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika infrastruktur dan promosi wisata dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin Garum akan semakin maju dan dikenal lebih luas lagi,” tambah Arinal dengan nada optimis.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, pemerintah kecamatan berencana untuk mendorong sinergi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, para pelaku usaha, serta pemerintah daerah dan provinsi. Dukungan terhadap pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas transportasi, serta promosi sektor pariwisata diharapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Garum, menjadikannya salah satu pusat ekonomi yang bersinar di Bumi Penataran.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.