Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sinergi antara akademisi dan masyarakat desa menjadi kunci percepatan ekonomi di tingkat Nagari. Dosen Universitas Andalas (UNAND), Zaini, Ph.D, menyerahkan bantuan 1 ton Pupuk Organik CIBAN untuk mendukung program ketahanan pangan di Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Selasa (12/9). Bantuan ini menjadi angin segar di tengah sulitnya akses petani mendapatkan pupuk bersubsidi.
Menariknya, hibah pupuk ini langsung disinergikan dengan pemanfaatan Dana Desa di Nagari tersebut. Khairul Amri, atau yang akrab disapa Mak Lauik, mengungkapkan bahwa saat ini desa mereka tengah menjalankan program penanaman 800 bibit durian Musangking. Kehadiran pupuk CIBAN dipastikan akan mempercepat pertumbuhan bibit unggul tersebut sekaligus memperkuat sektor agrowisata lokal.

Inovasi Pupuk dari Desa untuk Desa
Pupuk Organik CIBAN yang diserahkan bukan produk pabrikan besar, melainkan hasil produksi kelompok tani di Nagari Talang Maur, Kabupaten 50 Kota. “Pupuk ini adalah solusi nyata bagi petani. Kami berharap hibah ini memberikan manfaat besar bagi Mak Lauik dan rekan-rekan petani di sini,” ujar Zaini dalam penyerahan simbolis tersebut.
Inisiatif ini membuktikan bahwa masalah kelangkaan pupuk di desa bisa diatasi dengan kolaborasi antardesa dan pendampingan pakar. Dengan nutrisi organik yang tepat, kualitas hasil tani desa diharapkan meningkat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan kimia yang kian langka.

Potensi Agrowisata “Rumah Putiah” dan Kebun Anggur
Selain durian, Korong Tarok menyimpan potensi wisata yang menjanjikan. Kawasan ini memiliki kebun anggur milik warga seluas 3.500 meter persegi serta Agrowisata Pemandian Rumah Putiah. Integrasi antara perkebunan produktif dan tempat pemandian alam ini diprediksi akan menjadi destinasi unggulan baru di Kabupaten Padang Pariaman.
Pengembangan objek wisata berbasis agrikultur ini merupakan strategi cerdas untuk membuka lapangan kerja baru bagi warga desa. Jika dikelola secara profesional melalui Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) atau kelompok penggiat wisata, Nagari Kapalo Hilalang bisa bertransformasi menjadi pusat ekonomi hijau yang mandiri di Sumatera Barat.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.